Tuesday, 11 September 2012

rasa hatiku cerpen ocha

rasa hatiku :'( *by aulia rahmah

oleh Ummy Chi Plin-plan pada 28 April 2012 pukul 7:15 ·

haloooohalooooo semuaaaa. gue bikin cerpen yang udah pasti judul sama ceritanya gak nyambung. terus juga nih cerpen gaje banget. tapi nekat aja dipost.oke yang udah baca wajib ninggalin jejak.
pemerannya disini tuh ACHA ic3, IQBAAL cjr, OZY ic3, BASTIAN cjr, dan SIVIA ic1 (anggep aja sivia masih penampilannya yang masih kaya di ic)
okedeh langsung aja yaaa..
hope you like
***********************************************************


“Aku bangun pagi ini, sambil dengar burung bernyanyi
Kupandangi pohon-pohon, indah mewarnai bumi
Panasnya mentari, menghangatkan dan sinari bumi
Kutersenyum dan menari mensyukuri hidup ini
Reff:      trimakasih..trimakasih.. untuk pagi ini
                Kurasa kurasa damai dihati
                Trimakasih..trimakasih..untuk hidup ini
kurasa kurasa indah sekali”

nyanyi Iqbaal sambil teriak2 didepan kamar kakaknya yang sepertinya masih tertidur
“iqbaaaaaaaaaaaaaal” teriak kakaknya dari dalam kamar yang merasa terganggu dengan nyanyian iqbaal
“trimakasih..trimakasih untuk pagi ini” iqbaal masih menruskan nyanyi nya sambil teriak2
‘cklek’
“iqbaal” bentak kakaknya yang ternyata sudah ada didepan iqbaal
“eh..hehehe” cengir iqbaal yang baru menyadari kakaknya sudah berada dihadapannya
“ngapain sih subuh2 gini nyanyi2 gitu? Mau promo?” Tanya kakaknya agak kesal karna tidurnya merasa terganggu
“ish.. orang Cuma mau menampilkan bakat nyanyi gue doang kok” jawab iqbaal PD
“ah bilang aja mau promo”
“yah sekalian” jawab iqbaal sambil cengar cengir “oia, lo itu ya kak, ini tuh udah bukan subuh. Lo ga liat apa gue udah rapih gini?” oceh iqbaal
“bukan subuh?” Tanya kakaknya heran kemudian memerhatikan penampilan iqbaal dari atas sampai bawah
“kak acha. Ngapain ngeliatin gue gitu” Tanya iqbaal
“huaaaaaaaaaaaaaaa gue telaaaaaaaaaaatttt” teriak kakaknya yang ternyata bernama acha itu kemudian masuk kedalam kamarnya dan menutup pintunya

“hahahahaha kak acha kak acha” tawa iqbaal

____________________________________________________________________
“kak achaaaaaaaaaaaaaaa” teriak iqbaal dari ruang tamu
“iya iya bentar le” jawab acha menuruni tangga menghampiri adiknya itu
“ah lo mah kak. Jangan panggil le dong”iqbaal ngambek
“emang kenapa? Bukannya emang ada unsur le nya di account twitter lo”
“yah tapi jangan le nya doang”
“terus?”
“iqbaale kek, baale kek, iqbaal kek. Kan lebih enak di dengernya” ucap iqbaal
“hmm.. iya deh iya.udah ah yuk berangkat. Kita kan anak baru. Ga lucu kalo telat”
“oke. Tapi inget yak, disekolah jangan panggil gue le loh. Gue malu kalo sampe pada tau, apa lagi kalo sampe cewe cantik yang tau. Kan gawattt” ucap iqbaal panjang lebar

“ishh bawel deh.ayok ah” ucap acha sambil menarik tangan iqbaal
_________________________________________________________________________
Acha P.O.V
“le, ruang kepseknya dimana yah?” tanyaku sambil celingukan
“kak achaa” ucap iqbaal geram
“hehehe viss” cengirku sambil mengacungkan kedua jariku membentuk huruf v
Iqbaal ikut celingukan kemudian matanya tertuju pada seorang cewe sedang duduk ditaman sambil membaca novel sepertinya.  yang menurutku sangat cantik memakai seragam putih biru. Berkulit putih, bertubuh mungil, dengan rambut hitam lebat panjang digerai dan memakai jepitan biru kecil yang membuat cewe itu terlihat lebih manis.
“wooooooooo dasar. Udah mau tebar pesona aja lo” ucapku
Iqbaal tak mempedulikan ucapaku.ia malah menghampiri cewe yang dilihatnya tadi.aku pun mengikutinya
“aduh le.. malu2in banget dah” batinku
“hmm.. maaf. Boleh nanya ga dimana ruang kepala sekolah nya?” ucap iqbaal to he point saat sudah berdiri dihadapan cewe itu
Cewe itu menoleh kemudian tersenyum “anak baru ya? Ruang kepsek diujung sana samping UKS” Tanya n jawabnya sambil menunjuk ke arah ruang kepsek yang tadi aqbaal tanyakan
“oh disana.. makasih yaa” ucap iqbaal manis

“dih le kok bisa manis gitu ngomong nya” batinku heran

_________________________________________________________________
‘tokk..tok..tokk..’
“masuk” terdengar suara perintah dari dalam
“hmm.. kalian yang anak baru itu ya? Larissa dan iqbaal?” Tanya pak kepsek saat kami sudah berada dihadapan nya
“betul pak” jawabku sopan
“oh. Selamat datang di SMP Idola 3” sambut pak kepsek
“makasih pak”ucapku dan iqbaal kompak
“oke. Pembagian kelasnya. Larissa di kelas 9-7 dan Iqbaal di kelas 8-3. Sekarang kalian boleh langsung masuk kelas. Dan nanti sepulang sekolah, kalian bisa langsung mengambil seragam di koperasi”

“baik pak. Terima kasih. kami pamit ke kelas dulu” ucap iqbaal


____________________________________________________________________________
“dadah kak achaaaaaaa.. gue masuk kelas dulu yaaaaaaaaaa” ucap iqbal
“eh eh eh.. soktau banget lo.emang kelas lo dimana?nyari kelas aja belom” tanyaku
“ itu tuh” ucap iqbaal sambil menunjuk ke salah satu ruang kelas yang berada dipojok kanan dari pintu gerbang  “delapan tiga” sambungnya sambil membaca sebuah papan kecil diatas pintu kelas tersebut yang bertuliskan nama kelas
“terus? Kelas gue?” tanyaku
“sumpah ga gue umpetin” jawab iqbaal watados
“iqbaaaaaaaaaaaaaaaaaallllllll” geram acha
Iqbaal pun langsung melarikan diri menuju kelasnya
“eh kok lari? Yaaaahhh..gue gimana?” ucapku sambil menunjuk diriku sendiri
“hahahaha aduhh” suara seorang perempuan  dan menabrak ku dari belakang “eh sori sori” lanjutnya
“lo sih matanya dikaki. Nabrak kan tuh” ucap seorang cowo yang sedari tadi berdampingan dengan cewe yang menabrakku itu
“uduhh.. eh sori ya” ucap cewe it lagi
“iya gapapa” jawabku
“lo anak mana? Nyari siapa? kok seragamnya gini?” Tanya cowok itu sambil menunjuk2 seragamku
“gue baru pindah dari bandung. Gue anak baru disini. Oia, gue mau nanya deh kelas 9-7 dimana ya?” jawab dan tanyaku
“lo dapet kelas 9-7?” Tanya cewe itu
Aku hanya mengangguk
“hahahahahahaha” tawa kedua orang itu
“kok ketawa?” heranku
“kita kasian sama lo” jawab cowo itu masih nyengir
“kasian? Emang gue kenapa?”
“lo anak baru tapi langsung dapet kelas 9-7.lo tau ga? Kelas 9-7 itu adanya di paling ujung, yang paling jauh dan adanya dilantai 3” ucapnya
“kalian bisa anterin gue kesana?” pintaku
“ya bisa lah. Kita emang mau kesana kaliii” jawab yang cewe
“ngapain kesana”
“kelas kita emang disana.dan kebetulanbanget lo ketemu kita. Kita bakal jadi temen sekelas lo nih” ucap yang cewe lagi
“oh. Syukur deh. Oia, kenalin, gua acha” ucapku sambil menulurkan tangan
“ify” jawab yang cewe
“iyel” jawab yang cowo
“kalian ber 2 pacaran ya?” tanyaku di perjalanan menuju ke kelas
“hahahahaha ogah banget gue punya pacar kaya dia” ucab ify cengengesan
“terus?”
“kita ini sodara kembar” jawab iyel

“ooohhhhhh” ucapku



_______________________________________________________________________________
Iqbaal P.O.V
“aduhh.. duduk dimana nih gue?” batinku sambil mataku menelusuri tiap2 bangku dikelas
“eh itu kosong” gumamku dan menghampiri sebuah bangku kosong dibagian kedua dari belakang
“bangku ini ada yang nempatin ga?” tanyaku pada penghuni disamping bangku yang kosong itu
“ga ada. Duduk aja.lo murid baru ya?kok seragamnya gitu?” Tanya nya
“makasih” ucapku sambil menduduki bangku kosong itu “ iya gue anak baru dari bandung. Kenalin gue iqbaal” ucapku setelah duduk dibangku
“gue bastian, lo panggil gue babas aja” jawabnya
Aku hanya menganggukan kepalaku. “ehh itu kaann..cewe yang  tadi gue Tanya. Cantik banget sih tuh cewe” batinku
“eh bas, itu siapa?” tanyaku saat melihat cewe yang tadi kutanya saat ditaman memasuki kelasku
“oh itu namanya sivia. Dia itu cewe yang doyan baca buku tapi ga pinter2” jelas babas
“kok bisa?” tanyaku
“lo liat aja tu. Yang dibaca selalu novel. Kalo buku pelajaran mah dia paling ogah”
Aku hanya meng  -o- kan mulutku
“kenapa lo nanyain dia? Waaahhh naksir lo ya? Gila lo baal, tau aja cewe cantik.lokalo suka sama dia hati2 loh.  Banyak saingan nya. Dia tuh inceran hampir semua cowok2 disekolah ini, tapi dianya cuek banget anaknya. Dia ikut eskul dance,chears sama girlband” ucap babas menceritakan tentang sivia
“sumpah bas, demi apapun. Gue ga nanya” ucapku watados
“yeh dasarrrr anak baru”
“yeh bodo” balasku “oia nanti pulang sekolah lo maen yah kerumah gue. Harus loh.wajib.” sambungku
“ngapain? Mau nanya2 tentang sivia y?” tuduh babas
“wooooo lo mah bas. Gue mau pamer ke kakak gue kalo gue dikelas langsung punya temen yang aneh kaya lo” ucapku
“oh oke deh”

‘kriiiiiingggggg..kringggggggggg..’ bel peljaran pertama iqbaal disekolah baru dimulai


_________________________________________________________________________________
‘kriiiiiiiiiiiiiingggggggggg’ bel pulang sekolah
Acha P.O.V
“huaaaaaaaaaa... gue capek bangett” ucapku sambil terus mengepel lantai kelas. Ya, acha kebagian piket kelas hari ini
“yang bener dong achaaaaa” komentar ify
“yah lagian parah banget, gue kan anak baru. Masa udah kebagian piket aja sih” ucapku kesal
“itu nama nya takdir lo kurang bagus cha”
“huaaaaaaaaa ifyyyyyyyyy.. bukan nya bantuin malah komentar doang”
“hahahaha selamat bekerja aja yah cha sama temen2 seregu piket lo. Gue mau pulang, dadah achaaaa..” ify meledek
“isshhhhh” gerutuku
“lo pulang aja kalo capek” ucap seorang teman seregu piketku yang bertubuh kurus,tingginya lebih 10senti dariku, dengan rambut agak ikal dan hitam, berwajah manis dan kulitnya putih
Aku menoleh ke arahnya dan malah memperhatikan nya. “ganteng, manis banget.. gue kok ga nyadarin dari tadi yah. Padahalkan sekelasss. Oh my god! Apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama?” batinku
“hello” ucapnya sambil melambai2kan tangan didepan wajahku
“eh.. iya..eh..e..eng..eng..enggak usah. Gu..gue ga capek kok” jawabku gugup setelah sadar bahwa aku memperhatikan nya daritadi
“ihh..apaan deh lo larissa?pake gugup segala” ucapnya sambil tersenyum  dengan nada bicara yang sedikit menggoda
Aku menunduk malu. “gilaaaa.. nih cowok udah manis, pake senyum lagi. OMG gue mau meleleh” batinku sambil senyum2 sendiri
“aduh nih manusia.larissaaaaaaaaa” ucapnya sedikit teriak
“iya kenapa?” latahku, kemudian menutup mulutku “hehehe sori. Lagian ngagetin sih”
Cowok itu hanya tertawa kecil
“eh, nama lo siapa? Kok lo tau nama gue sih?” tanyaku polos
“gue ahmad fauzi. Panggil aja ozy. Ya jelas lah gue tau nama lo, orang tadi lo perkenalan diri di depan kelas” jawabnya
“oiyaya”
“larissa, gimana? Kalo capek pulang aja.lagian kan lo anak baru disini. Masa iya hari pertama udah kaya gini”
“eh gapapa kok. Asal sama lo gue betah” ucapku keceplosan
“apa?” Tanya ozy sambil menaikkan sebelah alisnya
“eeehhhh…ngggg… gue pulang aja deh. Gue jadi salting gini deket lo ” ucapku keceplosan lagi “aduuuhhhh.. keceplosan lagi” gerutuku sambil menepuk jidat dan pulang.

@rumah
“aduh.. dagdigdug dagdigdug dagdigdug” gumamku sambil mengepalkan terus tangan didepan dada
“hayoooo dagdigdug kenapa?” Tanya seseorang dari ruang tamu mengagetkanku
“ishh le, ngagetin aja” ucapku kesal & yg mengagetkan ku tadi adalah iqbaal
“duh ilah.. dagdigdug kenapa kak?” Tanya iqbaal dengan nada menggoda
“eh…nggg..itu..itu..tadi gue..dikejar2 anjing le. Iya, dikejar2 anjing” jawabku gugup dan bohong
“gak percaya gue” ucapnya masih terus menggoda
“isshhhhh le!” kesalku
“hahahahahahahaha muka lo merah kak. Cieeeeeee” iqbaal masih menggodaku
“leeeeeeeeeeeee”
Iqbaal malah makin geli melihat muka kakaknya yang menurutnya sangat kocak
“ehh, tunggu deh tunggu. Yang dimaksud le,le disini tuh iqbaal?” Tanya bastian bingung memotong tawa iqbaal dan emosiku
“e….ehhh..bukan bukan. Kakak gue emang rada2 nih” elak iqbaal yang kemudian memelototi ku dengan tatapan membunuh #kejam amat.
“terus siapa dong?” bastian makin heran
“noh si iqbaale baale baale tukang pecel lele” ceplos ku
“bwahahahahahaha” kali ini bastian yang terbahak2
“kachaaaaaaaaaaaaaaaaa butut” geram iqbaal
“upssss, ga keceplosan” ucapku dan ngibrit kekamarku
“awas lo kacha butut” ancam iqbaal “jangan kasih tau anak2 disekolah ya bas” pinta iqbaal

“oke oke” setuju bastian sambil masih tersenyum geli


_____________________________________________________________________________
@kamar
“dih sumpaaaahhhhh guanteeeeeeeeeeeeengggggg bangeeeetttt” ucapku yang duduk dipinggiran kasur sambil senyum2 sendiri
“kacha!” bentak seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah iqbaal
“ih apaan deh. Siapa suruh lo masuk? Gapake ketok pintu lagi” omelku
“woooo lonya aja yang punya gangguan mata” iqbaal menyalahkanku
“kuping leeeeee” aku membetulkan ucapan iqbaal yang ngaco
“siapa yang ganti” Tanya iqbaal dgn polosnya
“gue telen lo le” ancamku karna geregetan dengan yang dikatakan nya barusan
Iqbaal hanya nyengir kuda sambil membentuk kedua jarinya membentuk huruf v
“ngapain lo kesini? Bukannya temenin tuh temen lo” ucapku
“temen gue? Oh bastian. Udah pulang dia” jawabnya santai
“ih bukan nya dijawab. Lo ngapain kesini?” kesalku
“gue mau nanya sama lo. Seragam udah lo ambil belom?” Tanya iqbaal
“oiyaaa” ucapku teringat sesuatu sambil menepuk jidat
“tuh kan. Udah pulangnya lama. Pake lupa ngambil seragam lagi”
“dih siapa yang lupa. Gue tuh ga inget tau” aku membela diri
“kachaa” geram iqbaal
Kali ini giliranku yang tersenyum kuda sambil membentuk kedua jariku seperti huruf v
“beruntung lo punya adik kaya gue. Noh seragam lo ada ditas gue. Tadi udah gue ambilin” lanjut iqbaal
“aduuuuuhhhh makasih iqbaal dhiafakhri ramadhan adikku yang tercinteee dan paling ganteng” pujiku
“gue gak yakin kak omongan lo yang barusan dari dalem hati” iqbaal memojokiku
“ih dari dalem hati kok iqbaal ganteng” pujiku lagi
“lo mah muji pas kepepet doang” ambek iqbaal
“masih bagus dipuji”
“hmmm iya deh iya. Oia kak, tadi kenapa lo disini mesem2 gitu. Waaaahhhh falling in love ya lo? Ngaku” iqbaal menggodaku dan kemudian ikut duduk bersisian denganku
Aku hanya tersenyum malu2
“noh kan bener. Sama siapa kak?” tanyanya
“emang lo liat apa kalo gue senyum2?” aku balik bertanya
“waiyaadong, selagi idung gue masih berfungsi dengan sangat dan teramat baik” jawab iqbaal dengan PDnya
“mata leeeeeeeee.. ish ish ish. gue yakin nih lo bukan anak kandung mama papa. Keturunan jin mana sih lo?” ucapku seenaknya
“dih kok gitu sih lo”
“abisnya tingkah sama omongan lo ajaib gini” ucapku
“takdir” jawabnya singkat. “ dih kok bukan nya jawab pertanyaan gue sih. Lagi falling in love sama siapa lo kak?” lanjut iqbaal
“mmm..sama temen sekelas gue le. Namanya ozy. Gue kayaknya jatuh cinta pada pandangan pertama gitu deh le. Tau ga? Ihhhhh dia tuh terlalu perfect deh dimata gue. Anaknya sih kata gue ganteeeeeeeng banget, baik lagi.apalagi senyumnya itu loohhhhh beeeuuuuuuhhhh maut banget banget le, meleleh gue liatny. Sumpahh nih kayaknya gue naksir berat deh sama dia. Kalo kaya gini caranya sih gue bakal betah sekolah disitu, walaupun kelas gue jauh diujung gitu. oia, tadi tuh gue pulang telat karna jadwal piket gue hari ini le, ngeselin kan? Tapi ya beruntung juga, soalnya dari piket itu gue jadi liat si ozy yang senyumnya maut itu deh le. Aduuuuuuuuhhhhhhhh leeeee…. Gue jatuh cinta beneran sama dia” cerocosku panjang lebar
“aduh kak. Gue kan Cuma nanya lo falling in love sama siapa. Bukan nanyain kronologi falling in lovenya lo” iqbaal Nampak bingung
“ah bodo. Yang penting gue seneng. Noh liat noh le, liaaaatttt”perintahku sambil menunjuk2 udara, yang jelas iqbaal tidak tau apa maksudku
“apaan?” herannya
“ituuuuuu.. lopelope diudara”
“aduuuuuuuuuhhhhhhhhh cape deh”
“oia kak. Lo inget kan cewe yang tadi pagi kita tanyain?” Tanya iqbaal agak serius
“ah lo mah, gue kan lagi seneng2nya.malah ganti topic”kesalku
“inget ga?” tanyanya lagi tanpa merubah raut wajahnya
“iya inget, yang ditaman itu kan? Kenapa?” tanyaku
“dia sekelas sama gue loh kak. Dan kayaknyaaaaa” ucapan iqbaal kupotong
“lo suka sama dia” potongku
“sok tau”
“terus?”
“kayaknya gue naksir deh sma dia” iqbaal mengaku
“lo bener2 minta ditelen ya le” geramku
“lo laper? Dari tadi ngomongnya gitu mulu. Terus juga ya, nih gue kasih tau. Lebih baik dikunyah dulu,kalo langsung ditelen bisa merusak pencernaan” ucap iqbaal menggurui  ku
“leeeeeeeeeeeeeeeeeeeee” aku makin geregetan
“hehehe. Oke. Kembali ke to,pik” ucap iqbaal meniru gaya tukul
“jadi gimana menurut lo?” sambung iqbaal
“ya tembak aja” usulku santai
“maslahnya itu. Kata bastian, dia itu the most wanted girl kak disekolah” ucapnya dengan raut wajah agak kecewa
“lo tenang aja. Sekarang kan ada gue” ucapku sambil menepuk2 pundak iqbaal untuk menyemangati
“emang apa bedanya ada lo sama ga ada lo?” tanyanya
“aduhhh,  lo casing nya doang bule. Tapi otaknya pedalaman” jawabku seenaknya. “sekarang kan udah ada gue. Otomatis posisinya dia sebagai the most wanted girl bakal digantikan sma gue” lanjutku
“aduuuuuhhhhh.. gue mau cari kakak baru ah yang lebih waras” ucapnya seraya bernjak dari duduknya disampingku
“dih lo gitu le” aku sambil mencegah iqbaal keluar dari kamarku
“abisnya lo bikin gue bertanduk”
“iya2 sini duduk dulu” pintaku.iqbaal pun duduk kembali
“mending lo deketin dulu mmm…” ucapku tergantung
“sivia” ucap iqbaal yang mengetahui kebingunganku
“iya. Mending lo deketin dulu deh sivianya”usulku
“tapi kata bastian, dia tuh anaknya cuek kak sama cowok” jawabnya, lagi2 dengan raut wajah kecewa
“iqbaal.. kalo emang lo suka sama dia, lo sayang sama dia, lo pasti bisa ngerubah sikapnya dia itu.emang ga butuh waktu yang sebentar sih, tapi yaa…kalo ada usaha who know?” ucap ku
“caranya?”
“nih” ucapku sambil menunjuk dada iqbaal “hati lo pasti tau apa yang harus lo lakuin demi cinta. Dan juga nanti lo bakal ngerasain, lo bakal berkorban semampu lo, sebisa lo, buat ngewujudin perasaan lo itu” ucapku lagi
Iqbaal hanya terdiam.
“terus juga ya le, cinta itu harus tulus. Lo tulus kan sayang sama dia?”
Iqbaal hanya mengangguk dan masih terdiam
“lo juga harus bisa buat dia merasakan cinta yang tulus, persis kaya apa yang lo rasain ke dia. Lo ga boleh sering2 ngasih dia barang berharga bahkan mewah dan berharap supaya dia suka sama lo. Kalo kaya gitu tuh namanya nyogok le. Lo harus bisa perjuangin cinta lo dengan murni dan apa adanya, bukan dengan menghalalkan segala cara” lanjutku
Iqbaal tersenyum kepadaku “minjem otak siapa lo kak bisa ngomong kaya gitu?” tanyanya sambil cengengesan
“woooo lo dikasih saran malah nyela” ucapku sambil menonyor iqbaal
“hahahaha. Makasih ya kak acha ku yang cantiknya kadang2” iqbaal merayuku, tantu saja diakhiri dengan sedikit celaan
“le mah gitu.lagian kan lo muji gue jarang2. Masih bisa diitung pake jari. Berapa kali ya? 1..2..3..4..5..6..7..8..4..9..6..3..” ucapku sok bingung sambil menghitung menggunakan jari2 ku. “tiga le tiga.lo muji gue baru tiga kali” sambungku
“otak yang lo pinjem tadi harusnya jangan dibalikin kak. Yang tadi lo beneran kaya manusia, tapi sekarang balik lagi deh kaya manusia jadi2an” iqbaal mencelaku

“leeleeeeeeeeeeeeeeeeeeee gue cincang lo ya” kesalku. Sedangkan iqbaal malah melarikan diri


________________________________________________________________________________
“pagiiiii leeee” sapaku saat menuruni tangga menuju iqbaal yang sedang melahap nasi gorengnya dimeja makan
“ishh ishh ishh.. kesambet apa lo kak bisa bangun pagi?” heran iqbaal
“serbasalah gue. Bangun kesiangan salah, bangun pagi salah. Semua yg gue lakuin salah. Bunuh aja deh gue, nih cekek nih cekek” kesalku
“hahahahaha selow aja kali kak, ga usah girang banget gitu”
“isshhhhh leeeee gue keseeeeellllll. Kita marahan” ucapku sambil membuang muka
“it’s ok. Gue terima, tapi jangan harap lo bisa gampang deketin kak ozy” ancamnya
“kok gitu? Emang hubungan nya sama ozy apaan?” tanyaku kemudian duduk dan memulai sarapan
“oia gue lupa. Lo belom tau ya? Ozy itu sepupuan sama bastian dan dia tinggal sama bastian” jelas iqbaal
“demi apa?” tanyaku bersemangat. “oke kalo gitu sekarang kita baikan” saambungku sambil mengacungkan jari kelingking kananku kehadapan wajah iqbaal
“ada syaratnya” kali ini iqbaal yang membuang muka
“apa?”
“bantuin gue ngedeketin sivia” sambung nya
“oke. Tapi lo bawa si bastian ya nanti pulang sekolah” ucapku
“bawa kemana?” polosnya
“kesini lah leeee” aku geregetan
“yaudah ah, gue udah ga nafsu makan. Terlampau seneng nih gue. Berangkat yuk leee” pintaku sambil menarik2 lengan iqbaal
“sarapan gue belom abis kak”
“isshhhh udah nanti lanjutin aja disekolah. Gue traktir”
“oke oke” ucapnya kemudian bangkit dari duduknya “lo yang lama aja ya kak suka sama kak ozynya” ucap iqbaal
“kenapa emangnya?” aku bingung
“biar gue sering2 lo traktir” jawabnya dengan watados
Aku pun menonyor kepalanya “diiiihhhh mau lo itu mah”
“pak, ayo pak berangkat” ucapku kepada supirku
“tumben berangkatnya pagi?” Tanya supirku heran
“biasa pak, kesambet noh si kacha” jawab iqbaal seenaknya
Aku memelototi iqbaal, tapi iqbaal hanya nyengir kuda dan kami punnaik ke mobil

@mobil
“lo tau darimana kalo bastian sama ozy sepupuan?” tanyaku semangat
“semalem gue bbm’an sama babas, terus gue cerita kalo gue suka sama sivia dan gue juga minta bantuan dia buat deketin gue sama sivia”
“kok jawaban lo ga sesuai pertanyaan gue sih?” tanyaku sedikit sewot
“yeh bentar, gue kan belom kelar cerita udah lo potong. Terus dia cerita tentang sivia. Ternyata, sivia itu hobby baca novel, sama kaya sepupunya yang namanya ozy anak kelas 9-7. Tapinya, si ozy itu doyan nya baca komik” jelas iqbaal
Aku hanya mengangguk mengerti dan meng ‘o’ kan mulutku
“tuh kan, gue males deh cerita sama lo. Gue udah cape2 ngejelasin, respon lo Cuma begitu doang” sewot iqbaal

Aku tidak menjawab, hanya tersenyum manis kearah iqbaal kemudian terhanyut dalam pikiranku.


____________________________________________________________________________________

@kelas 9-7
“duduk dimana sih ozy?” gumamku sambil celingukan mencari sosok orang yang kukagumi sejak pandangan pertama
“disini” ucap seseorang mengagetkan dari arah samping kananku.aku menoleh kesumber suara, daaannnn oh tidakkk. Jantungku terasa seperti gendang yang sedang dipukul2 sangat keras. Malunya aku, ternyata ozy yang mengagetkanku dan berarti dia mendengar gumamku barusan. Maluuuuuuuuuuuu
“ehh..engg..lo kok disini?” tanyaku sedikit salting
“iya gue emang disini. Tadi lo nanya kan gue duduk dimana? Gue duduknya disini. Ditempat yang sekarang lo dudukin” jawabnya santai
“ohh jadi…lo?” duduk disini. Berarti..gue harus pindah dong hehehe” ucapku sambil menggaruk blakang telingaku yang tidak gatal.
“ga perlu pindah. Gue duduk sendiri ini. Lo bisa duduk disamping gue kok” ucapnya ramah
“serius?” tanyaku sangat senang
Dia mengangguk dan duduk tepat disebelahku
“ya tuhaaannnn..engkau memang sangat baik padaku. I Love You God” batinku sambil senyum2 gaje
“lo kenapa senyum2 gitu?” Tanya ozy yang mungkin merasa aneh dengan sikapku
“gapapa” jawabku masih senyum2 gaje
“aneh ya lo” ucapnya
“kok aneh? Emang ada yang salah sama gue?” tanyaku balik
“ya aneh aja. Dari kemaren kayaknya lo salting gitu. Kenapa sih? Ooohhhh atau jangan jangan… lo suka sama gue ya?” tuduh ozy sambil nyengir dengan PDnya
“ihhh apaan sihh” ucapku dan merasakan kalau saat ini pipiku berubah warna karena malu
“hahahaha ngaku aja.. tuh kaaannnn pipinya merah hahahaha” tawanya meledekku
“ih gak merah kok” ucapku sambil memegangi kedua pipiku dan ikut tertawa
“hahahahaha lo lucu ya” ucapnya tiba2
“waiya dong achaaaa” PDku
“apa? Acha?” tanyanya sambil menaikkan sebelah alisnya
“iya.lo belom tau ya. Panggilan gue tuh acha. Jadi lo jangan manggil gue larissa lagi oke”
Iya mengangguk sambil tersenyum
“oia. Kalo lo duduk disini, kemaren kok gue duduk sendiri?lo duduk dimana?” tanyaku
“oh kemaren itu gue disuruh maju kedepan situ karna penghuni bangku yang satunya ga masuk” jawabnya sambil menunjuk salah 1 kursi di depan
“oh begituuuu.. oia, lo sepupunya bastian ya?” tanyaku lagi
“tau darimana lo?” ozy malah balik bertanya
“dari iqbaal ade gue, kebetulan dia sebangku sama bastian. Dan bastian bilang, dia punya sepupu dikelas 9-7 namanya ozy. Itu pasti ozy lo kan? Ga ada ozy lagi kan dikelas ini?” jawab dan tanyaku
“yapzz, thats right”
“eh kita bisa kebetulan banget ya. Gue sebangku sama lo. Babas sebangku sama ade lo” sambungnya
Aku hanya mengangguk sambil menunduk menyembunyikan wajahku yang kini merona lagi


‘kriiiiiiiiiiiiiiinggggggggggg’ bunyi bel masuk
___________________________________________________________________________

@kantin
(Anggep aja udah istirahat)
“leeeeee” teriakku sambil membawa segelas jus alpukat dan berjalan menghampiri iqbaal yang sedang asyik makan dengan bastian
“kan udah gue bilang jangan panggil gue begitu disekolah” bisik iqbaal padaku saat aku sudah duduk disebelahnya
“hehehe maaf maaf” ucapku
“lo kok ga ngumpul sama temen2 baru lo sih? Ganggu aja deh” ucap iqbaal
“wooo lo. Si ify sama iel lagi ngurus eskul”
“oia baal, gue sebangku sama ozy lhoooo”pamerku
“kok bisa?” tanyanya
“eeeehhhh bentar deh. Ozy? Ozy sepupu gue?” Tanya bastian yang daritadi hanya diam
“iya. Kacha itu suka sama kak ozy” jawab iqbaal seenaknya
“iqbaaaaaaaal” geramku sambil memelototinya
“oh. Gapapa kok kak acha suka sama kak ozy. Orang kak ozynya belom punya pacar” jelas bastian
“serius?” tanyaku antusias
Bastian mengangguk
“yeeeeeesssssssss” teriakku yang tanpa sadar diperhatikan oleh orang2seisi kantin
“aduh. Malu2in punya kakak kaya dia” sindir iqbaal
Aku tak mempedulikan nya aku malah menyeruput jus ku yang sedari tadi kuanggurkan
“oia, gimana lo sama siv….” Ucapku terpotong
“sssstttt” bisik bastian kearahku
“jangan sampe ada yang tau kalo iqbaal suka juga sama dia” lanjutnya
“kenapa?” tanyaku sambil mengerutkan kening
“bisa abis iqbaal sama fans2nya yang lain”
Aku mengangguk mengerti
“jadi gimana perkembangan nya?” tanyaku kembali ke topic
“nanti pulang sekolah kita mau kerja kelompok dirumah” jawab iqbaal sambil tersenyum
“berdua doang?” tanyaku dengan tatapan curiga
“yaaa gak lah. Sama bastian jugaaaa”
“oh kirain hehehe”
“oia kak acha, nanti kan gue minta anterin kerumah lonya sama kak ozy lhoooo. Kesempetan itu jangan lo sia2in ya” ucap bastian

“hah? Yang bener? OMG thanks babas. Iya pasti, ga bakal gue sia2in kok” aku sangat senang
“kacha,masih inget janji lo kan?”Tanya iqbaal tiba2
“apaan?” aku malah balik nanya
“yang gantiin sarapan gue”
“oh iya iya, tenang nanti gue yang bayar”
“gue?” Tanya babas dengan wajah ingin dikasihani
“karna lo sepupunya ozy.lo gue bayarin juga” jawabku
“makasih kak achaaaaa.. ga cantik deh *ehhhh hehehe” cengir bastian
“karna lo sepupunya ozy, gue maafin” ucapku
“ihhhh dasar kacha” ledek iqbaal
“bodo. Yang penting gue seneng” balasku
______________________________________________________________________





STOOOOPPPPP! YANG UDAH BACA WAJIB NINGGALIN JEJAK L&C. WAJIB LOH YAAAA..
JANGAN JADI PEMBACA GELAP :)

see you next seson.

follow ====> @rahmauliara.
Reaksi:

1 komentar: