Tuesday, 11 September 2012

Apakah ini cinta? (Cerpen Ocha~)

Cerpen : Apakah ini cinta? (Cerpen Ocha~)
Tokoh Utama : Larissa Saffanah Ariff (Acha)
Tokoh Lain :Ahmad Fauzy Adriansyah (Ozy)
Gabriel Angeline Pangemanan *bener gk? (Keke)  Dll.

"Pagi ma, pagi pa. Mmmuahh," sapaku pada mama papaku.
"Pagi sayang, Mmuah too honney," sapa mereka.
"Kak Iel, siniin rotinya," pintaku.
"Ambil sendiri," kata kak Iel jutek.
"Iel! Nggak boleh kayak gitu," ujar mama.
"Nih nih adikku sayangg," balas kak Iel.
"Weeek," balasku sambil menjulurkan lidah.
"Cha, yel. Kalian hampir terlambat," ingat papa.
"Ya udah kita berangkat ya ma,pa dadaah," ujar kak Iel dan aku.
Perjalanan menuju sekolah kami sekitar 15 menit, kami pergi menaiki motor kak Iel. Sebenarnya aku malas naik motor kak Iel. Abisnya ngebut =,=, itu bikin aku mual.
Tapi mending daripada jalan kaki. Kak Iel memiliki pacar namanya Kak Sivia, gini2 kak Iel populer loh. *promosi
"Cha," panggil kak Iel.
"Apaan?" jawabku.
"Salamin buat temenmu yg namanya Keke itu ya biar dia kagak nyamperin gue mulu,gue seneb kalo dia dateng ke kelas gue mulu,"
"Cieeee, kak Iel naksir keke, kak iel naksir keke," ledekku.
"Ogah! Dia nyamperin gue mulu! Tiap pulang skul tau!" umpat kak iel.
"Hahay, kak udah nyampe tuh," ingatku.
"Yoooo, sono pergi," usirnya.
"Iiih kejam! Bilangin lohh!"
"Tau ah gelap,"
"Huuu,"  Aku berjalan menuju kelasku, 8-2. Di kelas aku memiliki sahabat bernama Keke, keke ngefans abis sama kak Iel. Awalnya aku berfikir ia bersahabat denganku untuk mendapatkan kak Iel.vNamun saat aku bertanya ia membantah, ia mengaku sangat ingin bersahabat denganku karena tulus. Selain itu keke selalu menyuruhku agar berpacaran dengan Ozy, ketua kelas kami yang populer. Keke pernah bilang bahwa Ozy suka sama aku. Tapi aku nggak terlalu peduli, aku masih muda, belum ingin pacaran. Kalo kak iel kan SMA, nggak papa.
"Pagi achantik," goda keke.
"Pagi juga Kekeren," balasku.
Beberapa menit kemudian...
Tururururut Turururut.. *bel sekolah.
Pelajaran IPA.
---skip---
---skip---
Istirahat siang.
"Ke kantin yuk," ajak Keke.
"Yuk," jawabku. Saat kami berjalan ke kantin, kami sibuk mengobrol tanpa memperhatikan jalan.
Tiba2....Brruuukkk... Jddaarrr *abaikan
"Auuww," rintihku saat aku berhasil bangun.
"Acha kamu nggak apa2? Ozy! Kalo jalan ati2 dong, acha kan jadinya jatuh," bela Keke
"Eh sorry deh Ke, Cha ke UKS dulu ya, aku anterin. Keke kamu ke kantin aja," kata Ozy
"Oke deh, ati2 ya," ujar keke. Aku ke UKS bersama Ozy, semua pandangan mata tertuju pada Ozy yang sedang memapahku, sesaat mata kami bertemu. Aku membalik badan gugup,
'Oke, gue udah jatuh ditambah diliatin ditambah muka gue jadi udang rebus' gumamku malu.
Saat sampai di UKS, ternyata tidak ada penjaganya. Terpaksa Ozy yang merawat lukaku.
'Buset, gue duaan ama acha >
"Zy, makasih ya.." ucapku. Saat kurasa ternyata jantungku berdebar2. Aku tak pernah merasakan yg seperti ini.
'Kenapa gue? Apa gue jatuh cinta sama dia? Dia emang manis+cakep, tapi masa sih segampang ini?' batinku.
"Sama2 chaa," kata Ozy.
"Gue pergi ya, gue mau ke kelas," lanjut Ozy.
"Ternyata ini yang namanya cinta," ucapku saat Ozy pergi.
Akhirnya aku memendam rasa pada Ozy, semoga suatu saat nanti perasaanku terbalas.Tapi takdir berkata lain *cielahh. Ozy kembali ke UKS.
"Cha gue, gue mau ngomong," ujar Ozy.
"Ngomong aja sekarang," jawabku.
"Gue suka sama loe, loe mau gak jadi pacar gue?" ucap Ozy.
Sesaat jantungku berdebar2, aku harus menjawab "tembakan" ozy.
"Gue juga suka sama loe, sejak tadi. Gue nggak yakin itu cinta atau bukan tapi gue rasa emang itu cinta,"
"Ehm...terus loe mau jadi pacar gue?" tanya Ozy.
"Ya.." jawabku.
Ozy memelukku erat. "Gue nggak bakal lepasin elo ke orang lain cha,"
Hatiku bersorak, cinta memang indah.
Aku bahagia merasakan cinta.Kami akan hidup bahagia selamanya =)

The End..
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment