Tuesday, 18 September 2012

pandawa rodar

Pandhawa RODAR VS Punakawan AZIS (prolog)
oleh DewiAzzizah FreenzyAchapuccino OChalovers pada 19 Februari 2011 jam 14:16

Kisah bocah 5 bersaudara yang berasal dari Kerajaan Idola Star .

Mereka turun ke bumi untuk mencari kehidupan baru .

Akan tetapi di bumi mereka malah menemukan musuh yang super duper menyebalkan .





Mereka adalah :



1. Vintadewa => Alvin (Puntadewa)

Orang yang sangat gagah perkasa . Menjadi kakak tertua dalam persaudaraan Pandawa RODAR . Dia sangat adil, bijaksana dalam memutuskan suatu keputusan . Pantas saja Putri BagVia menyukainya .



2. WerkudaRio => Rio (Werkudara)

Tak kalah dengan kakaknya yang amat gagah, dia pun juga mempunyai postur tubuh yang perkasa . Namun sifatnya yang selalu ingin menang sendiri membuat saudara-saudaranya sedikit kesal terhadapnya . Namun meskipun demikian, Putri FyTruk tetap mencintainya sepenuh hati .



3. Zynaka => Ozy (Janaka)

Mempunyai perwatakan yang dewasa dan berpikiran positif . Selalu serius dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan suatu tugas . Namun sifatnya yang lucu dan gokil mampu mebuat Putri ChaReng jatuh hati padanya .



4. NakuRay => Ray (Nakula)

Amat sangat lucu, gokil, gila, super edyaaan . Selalu bertingkah yang aneh-aneh . Punya kembaran yaitu :



5. SaDeva => Deva (Sadewa)

Inilah saudara kembar dari NakuRay . Tak beda dengan saudara kembarnya, dia pun punya kelebihan dalam hal melawak . Dalam hal percintaan pun juga, SaDeva dan NakuRay sama-sama mencintai Putri ZeMar .



6. BagVia => Via (Bagong)

Putri yang sangat cantik dan baik hati . Anak pertama dalam persaudaraan Punakawan AZIS . Namun sungguh sangat disayangkan, tubuhnya yang gendut *justory* membuat banyak lelaki menjauhinya .



7. FyTruk => Ify (Petruk)

Putri yang cantik jelita, berparas manis, hidung mancung . Amat sangat berhati mulia dan ramah kepada siapapun . Berbeda dengan kakaknya, FyTruk memiliki postur tubuh yang sangat langsing, saking langsingnya sampai-sampai bentuknya mirip seperti sebatang bambu *pissIFC* .



8. ChaReng => Acha (Gareng)

Putri yang sangat imyuuuuuuut, cerewet, bawel, keras kepala dan menggemaskan . Namun dibalik sifatnya yang sedemikian rupa, ChaReng bisa takhluk di hadapan seorang Pangeran yang mempunyai senyum amat manis . Siapakah itu ?



9. ZeMar => Zevana (Semar)

Anak bungsu yang sangat pendiam, jutek dan acuh tak acuh . Tidak suka terhadap laki-laki .



10. Prabu Pandudewanata Damanik

Prabu dari kerajaan Idola Star . Mempunyai dua istri yang sangat cantik . Merupakan ayahanda dari Pandawa RODAR . Bijaksana, tegas, baikhati namun kadang sangat kejam .



11. Dewi Ashilla Kunthi

Istri pertama Prabu Pandudewanata Damanik . Dari perkawinannya dengan sang Prabu, ia mempunyai keturunan yaitu yang di atas no 1, 2 dan 3 . Sangat cantik namun hatinya licik .



12. Dewi Zahra Madrim

Istri kedua dari Prabu Pandudewanata Damanik . Mempunyai sepasang putra kembar yaitu NakuRay dan SaDeva . Berwajah cantik dan berhati mulia .

 Suatu sore di kerajaan Idola Star sedang berkumpul Prabu, Dewi dan para putra kerajaan .

“Ananda, sebenarnya apa maksud dan tujuan kamu mengumpulkan seluruh keluarga kerajaan seperti ini?” tanya sang Prabu Damanik kepada putra sulungnya, Vintadewa



“Ayahanda, sebenarnya maksud ananda mengumpulkan keluarga kerajaan seperti ini karna ingin membicarakan rencana yang telah Pandhawa buat” jawab Vintadewa



“Rencana? Rencana apa
?”



“Jadi begini ayah, Pandhawa telah merundingkan rencana kami untuk mencari kehidupan baru” jawab Werkudario



“Mencari kehidupan baru? Maksud kamu?” tanya Dewi Zahra



“Kami ingin turun ke bumi Ibunda” sahut Zynaka



“Turun ke bumi? Suatu ide yang cemerlang anandaku” seru Dewi Ashilla



“Jangan!! Ibunda tidak setuju!” seru Dewi Zahra



“Kenapa Ibunda?” tanya Vintadewa



“Kalian masih terlalu kecil.. Ibunda khawatir dengan keselamatan kalian di bumi nanti.. Terutama kalian berdua, Nakuray dan Sadeva”



“Halahh.. Kamu itu merusak rencana mereka saja! Biar sajalah, lagipula mereka sudah dewasa!” sahut Dewi Ashilla



“Iya Ibunda, kami bukan anak kecil kok, kami sudah dewasa.. Kami pasti bisa jaga diri” tambah Sadeva



“Bagaimana Ayahanda? Apakah Ayah mengijinkan rencana kami?” tanya Vintadewa



“Ayah masih ragu untuk mengijinkan kalian, tapi dibalik demua itu Ayah juga ingin mengetahui kekuatan kalian di muka bumi nanti..” jawab Prabu Damanik



“Ayolah yah, ijinkan kami! Yayaya?” Nakuray memohon



“Tapi apakah manusia di muka bumi nanti tidak curiga terhadap kalian? Kan kalian bikan mekhluk asli bumi?” tanya Dewi Zahra



“Tidak Ibunda, kami yakin mereka tidak akan curiga” jawab Werkudario yakin



“Bagaimana mungkin mereka tidak akan curiga?” sahut Prabu Damanik



“Kami akan melakukan penyamaran,” jawan Zynaka



“Ide bagus, kamu memang pintar anakku” seru Dewi Ashilla



“Maksud kalian, kalian akan menyamar menjadi manusia?” tanya Prabu Damanik



“IYA” jawab Pandhawa kompak



“Kami juga kan merubah nama kami” lanjut Sadeva



“Betul Ayahanda Ibunda, dengan begitu kami yakin mereka tidak akan curiga” tambah Nakuray



“Bagaimana Ayahanda?” tanya Werkudario



“Baiklah, Ayahanda ijinkan, asalkan kalian bisa menjaga nama baik kerajaan kita” jawab Prabu Damanik



“Horeeeee” seru Nakuray dan Sadeva



“Kami janji akan baik-baik di bumi nanti” kata Vintadewa



“Hati-hati ya nak, Ibunda slalu merindukan kalian” kata Dewi Zahra



“Pake akting segala” sahut Dewi Ashilla



“Vin, jaga adik-adikmu ya! Ayah titipkan mereka padamu,” pesan Prabu Damanik



“Baik Ayah”





***





Keesokan harinya Pandhawa sudah bersiap-siap di depan istana kerajaan Idola Star .



“Ayahanda, Ibunda, kami pergi dulu” pamit Nakuray Sadeva



“Hati-hati nak” kata Prabu Damanik



“Ibunda pasti rindu kalian” kata Dewi Ashilla



“Ibunda slalu mendoakan agar kalian selamat di bumi nak, jangan lupakan Ayahanda dan Ibunda di sini” kata Dewi Zahra sambil menangis



“Sudah, gak usah pake akting nangis segala, anak-anak hati di jalan ya”



“Selamatinggal semua” ucap Pandhawa berlalu menunggangi kuda putih





***





Pandhawa turun di tengah lapang yang luas . Kuda putih yang mereka tunggangi telah kembali ke asalnya . Mereka berjalan menyusuri jalan yang sepi, tepatnya di sebuah perkampungan .



“Kita ada di mana kakanda?” tanya Sadeva



“Aku juga tak tau, lebih baik kita istirahat di gubuk itu dulu sambil merencanakan perjalanan kita selanjutnya” ajak Vintadewa





@gubuk



“Bagaimana penyamaran kita selanjutnya?” tanya Werkudario setelah meneguk minuman



“Kita harus merubah nama kita” usul Zynaka



“Nama kita diubah? Untuk apa?” tanya Nakuray terkejut



“Agar manusia tidak curiga ke kita”



“Tapi kan namaku sudah begitu bagus, masa mau diganti” keluh Sadeva



“Udah, nurut sajalah..” kata Vintadewa melerai



“Kalau begitu nama kita diubah jadi apa?” tanya Nakuray



Setelah 5 menit mereka bepikir..



“Alvin / Rio / Ozy / Ray / Deva” seru Pandhawa menyebutn nama mereka masing-masing



“Hahahahahahahaha” tawa mereka



“Baiklah, itu tadi nama kita sementara di bumi, oke?” tanya Alvin



“Setuju”



“Ada 1 lagi yang harus kita ubah” seru Rio



“Apa?”



“Gaya bahasa, tingkah laku dan pergaulan kita”



“Betul itu, kita harus bersikap layaknya manusia biasa” kata Ozy



“Oke dah! Gue mah oke-oke aja” jawab Deva



“...” yang lain pada cengo



“Kenapa? Ada yang salah ama gue?” tanya Deva heran



“GUE??” sorak launnya



“Haha, iya dong, sekarang kan kita udah jadi manusia, ya kan?”



“Secepat inikah adikku berubah?” tanya Rio tak percaya



“Haha, udah gak usah heran! Sekarang lebih baik kita lanjutkan perjalanan!” Deva berjalan dan lainnya mengikuti





***





“Kak, liat deh cewek-cewek itu!” kata Ray pelan ke kakak-kakaknya



“Wawww.. cantik banget yang idungnya mancung” kata Rio



“Gak ahh, cakepan yang pendek tapi imut itu” balas Ozy



“Cakepan yang paling tinggi” kata Ray Deva



“Gak ada yang cakep” ketus Alvin



“Haha, kak Alvin nih,”



“Ngapain kalian liat-liat?” bantak si cewek gemuk



“Siapa juga yang liat-liat? Ogah dehh” balas Alvin



“Heh, kalian daritadi ngliatin kita terus tau! Risih deh kita jadinya” balas si cewek gemuk



“Ge-er amat, amat aja kagak ge-er” Alvin dan cewek gemuk pun beradu mulut



“Hey manis,” sapa Rio ke cewek mancung



“Hey juga cungkring” balasnya



“Yah kok cungkring?!” Rio cemberut



“La lo emang cungkring”



“Lo juga cungkring”



“Dasar pesek”



“Sok mancung dah lo, gue teken tuh idung pasti pesek juga kayak gue”



“Sialan lu” Rio juga berantem ama cewek mancung



“Hay cewek cantik nan imut nan lucu,” sapa Ozy ke cewek imyut



“Hey juga cowok manis”



“Cuma manis?”



“Maunya apa?”



“Ganteng, lucu, imut, kyut, keren, cakep--“



“Narsis mau gak?”



“Gak mau..”



“Kalo gak mau ya diem aja”



“Huh, dasar cewek bawel” katus Ozy pelan namun masih terdengar



“Apa lo bilang?”



“Hah? Maksud gue you know me so well,”



“Serah lo dah”



“Yaiya dong, apa urusan lo”



“Urusan gue? Idup kayaknya” mereka pun berantem



“Hey gadis” sapa si kembar ke cewek tinggi nan jutek sambil nyolek pipi kanan-kiri



“Kurang ajar lu bedua” kata si cewek sambil nabok Ray-Deva



“Huaa, nih cewek diam-diam tapi ganas” kata Ray



“Iya Ray, mana tangannya panas banget nyampe pipi gue” tambah Deva



“Makanya jadi cowok jangan macem-macem, eh tunggu, kalian ini cowok apa ceewek sih? Kok rambutnya gondrong gitu?” tanya tuh cewek *ceritanya Deva juga gondrong, kan kembar ama Ray*



“Ya cowok lah, mau bukti?” tanya Ray



“Eh, kagak usah dah, ntar berabr” tolaknya



“Alahh, bilang aja kalo lo mau, tapi lo tengsin aja kan?” kata Deva



“Rnak aja lo, gue bukan cewek gampangan tau”



“Kalo bukan cewek gampangan berarti cewek sulitan dong” Ray ngaco



“Hah?? Lo berdua manusia pa bukan sih kok aneh banget!” kesalnya



“Bukan,” jawab Ray cepat, Deva nginjek kaki



“Alamak, keceplosan” seru Ray



“Ya kita manusia dong, lo kali yang bukan!” sahut Deva



“Hah? Gue? Manusia kok”



“Syukur dah!”



“Udah girls, ayo kita pulang aja! Males debat ama mereka!” ajak cewek gemuk



“Yuk kak!” gadis-gadis itu pun pergi



“Mereka aneh..” gumam Pandhawa“Mereka aneh..” gumam Pandhawa



”Udahlah, sekarang kita cari tempat tinggal untuk kita!” ajak Alvin



”Sip kak”





***





Mereka berjalan menyusuri pedesaan , hingga menemukan sebuah pondok yang sepi .



”kita tinggal di sini aja!” usul Rio



”tapi kan tempatnya kotor kak, jijik deh..” kata Ray



”Mana sepi lagi” tambah Deva



”gak papa, justru dengan suasan sepi kita akan semakin aman . masalah kotor nanti kita bersihkan saja”  kata Ozy



”ya sudah, ayo kita masuk” ajak Alvin





@pondokan



”ihh jijay dehh..” kata Ray sedikit banci



”alay lu ahh” kata Rio



”tapi emang menjijikkan sih” lanjutnya



”yahh kak Rio aneh”



”sekarang kakak bagi tugasnya . Rio ama Ozy bersihin ruang tengah dan sekitarnya, Deva ama Ray bersihin 3 kamar itu, trus kakak nunggu di luar .” kata Alvin



”kok kakak nunggu? Gak ikut bantu kita?” tanya Deva



”maksud kakak, kakak bersih-bersih halaman depan gitu loh..”



”oh ya deh, yok kita mulai” sorak Ozy





1 jam kemudian..



Pandhawa berkumpul di ruang tengah .





”capeknyaa” keluh Ozy



”tapi lega udah bersih” sahut Rio



”kak kita tidurnya di mana?” Tanya Deva



”ha?? Di atas genteng.. ya di kamarlahh..” jawab Alvin



”maksudnya gimana bagi kamarnya? Gue di kamar mana?” Tanya Ray



”oke, gue yang bagi ya . Deva ama Ray di kamar paling kanan , Rio ama Ozy di kamar sebelahnya, gue sendiri di kamar paling kiri .” jawab Alvin



”yeyyy.. gue tidurnya bareng kak ioo..” seru Ozy



”kak Alvin, gue ogah ya tidur ama si cungkring atu ini” kata Rio kesal



”lah kenapa Yo?”



”kakak kan tau nih anak kalo tidur suka berulah . lah kalo tidur am ague , bias-bisa gue remuk dah”



”yahh, kak ioo jahaat..” ozy mewek



”udahlah yo, mau gimana lagi?”



”gue ama lo aja kak!”



”ogah deh.. gue mau tidur sendiri biar tenang”



”udahlah kak ioo, ntar boboknya ama Ozy aja, kan biar tambah anget gitu” kata Ozy omes



”hadehhh , semoga keperjakaan gue gak lo renggut dah” kata Rio



”tenang aja kak, gue bakal tanggung jawab” kata Ozy tegas



”pada ngomong apa sih?” Tanya Ray



”lu masih kecil , kagak tau urusan orang dewasa” kata Rio



”ahh pelit deh..”



”mau tau Ray? Ntar malem gue tunggu di kamar jam 12.00 malem ya” kata Deva ngaco



”emang mau ngapain Dev?”



”lu dating aja, pasti bakal seneng deh..”



”Dev jangan mesum deh” sahut Alvin



”siapa yang mesum orang gue mau ngajak Ray main karambol kok , yeeee” jawab Deva



”hahahahahaha , kak Alvin omes” kata Ozy tertawa



”iya ya Zy, tumben amat kak Alvin omes . jangan-jangan….” Kata Rio mencurigakan



”jangan-jangan apa kak?” Tanya Deva heran



”udah-udah . kalian tuh aneh-aneh aja ! kakak mau tidur , capek !” kata Alvin lalu menuju kamarnya



”haha kak Alvin malu tuh.. emm , gue juga mau tidur ahh.. kak Ioo ayo bobok !” rengek Ozy



”lu duluan dah Zy, gue nyusul” jawab Rio santai



”bener yah.. jangan lama-lama , gak tahan nih..”



”gak tahan? Ya pipis sana !”



”duluan yah..”



”eh gondrong , ntar lu tidurnya jauh-jauh ya dari gue” suruh Deva



”lah kenapa Dev?” Tanya Ray



”gue tajut aja ntar kutu di kepala lu nular ke gue”



”ya kagaklah.. rambut gue kan sehat dan terawatt .”



”ah bo’ong lu ya! Biasanya yang berambut gondrong tuh banyak kutunya”



”lo juga dong”



”oh iya, rambut gue kan gondrong juga ya . kok gue kagak nyadar”



”namanya juga elu , dodol”



”pan kembaran elu juga , berarti lu dodol juga dong”



”kalo gue ama elu kembar tapi tak sama Dev”



”oi , yang namanya kembar itu sama gebleg”



”siapa bilang? Nyatanya tuh mpok nori udah dites ternyata 100% cocok ama agnes monica”



”cocok apanya Ray?”



”jenis kelaminnya”



”gue juga udah tau kali”



”hahahahaha , bisa dikibulin juga ya lu”



”oooiiii , bisa diem kagak lu bedua? Kagak lucu tau becandaannya!” lerai Rio



”yee , sirik aja lo kak” bantah Ray



”udah ah , gue mau tidur” Rio pun beranjak pergi



”aa’ Ray , bobok yuk !” ajak Deva ngondek



”ayukk Dep”





***





Keesokan harinya..



”hoiiii .. bangun semuanya ..” teriak Alvin dari ruang tengah , keluarlah adik-adiknya



”ganggu aja lu kak! Lagi asyik ama kak Io juga” kesal Ozy



”ini udah pagi woyyyy..”



”jam berapa sih kak?” Tanya Rio



”jam 6”



”whattzzzz?? Gue belum sholat subuh” kata Ray panik



”ceilahhh.. mana pernah lu sholat , pake begaya .” kata Deva



”hehehe” Ray nyengir



”sekarang kalian cuci muka dan siapkan diri . kakak mau ajak kalian jogging .”



”jogging? Apaan tuh?” Tanya Ozy polos



”olahraga gitulah.. udah sana!”



”iya dehh..” jawab mereka males-malesan





***





’udah siap??” Tanya Alvin



”siappp”



”yuk capcus!!”





@perjalanan



”itu kan cewek gendut yang kemarin berantem ama gue?” batin Alvin



”eh ada cewek imut tapi bawel itu..” batin Ozy sambil senyum gaje



”lah?? Ketemu lagi ama cewek mancung itu..” batin Rio heran



”alamakkkk… ada singa ganas ntu.. mati guee” batin RayDeva“hey pesek..” sapa cewek mancung tersenyum manis



“hey juga mancung” jawab Rio ramah



“gimana kabarnya? Akhirnya kita ketemu lagi ya..”



“gue baik kok , lo ? iya ya , seneng ketemu lo”



“gue juga baik , asalkan kita gak seperti kemarin”



“kita temenan aja ya”



“oke , nama lo siapa sek?”



“gue Rio , lo cung?”



---



“yaelah ketemu ama elu lagi ! dunia emang sempit dah..” kata cewek bawel



“kan kita jodoh say , jadi Tuhan mempertemukan kita” balas Ozy tersenyum



“jodoh?? Gue jodoh elu?? Ada yang lebih parah gak ya? Kenapa harus elu..”



“kan udah takdir say”



“gue ditakdirin ama elu? Ogahh..”



“kagak usah gitu lah cantik”



“idihhhh , genit amat sih lu!!”



“gak papa dong cantik . nama lo siapa sih?”



“lo sendiri?”



“jiahh , ditanya malah tanya balik . gue Ozy , lo?”



---



“eh lu ngapain ikut-ikut gue gua?” tanya cewek jutek



“kita kagak ngikut elu , kita emang maunya ke sini” jawab Ray



“kagak usah ngeles dah lu.. bilang aja lu naksir ama kita kan?”



“yee , ogah amat !” jawab Deva



“pake sok ogah lagi , dasar boncel”



“eh lu rese’ amat sih dasar cewek jelek” ejek Deva



“lu bedua tuh , boncel”



“dasar cewek jutek” kata Ray



“boncel”



“jutek”



“boncel”



“jutek”



“udah ahh , ngapain kita saling mengejek kayak gini ? lebih baik kita berteman saja!” kata deva



“iya , gue capek kalo berantem terus .” tambah ray



“yahh.. cemen lu.. BTW nama lu bedua siapa ya?” tanya cewek itu



“Ray-Deva , lo?” kata kembar bareng



---



“ohh Sivia.. bagus banget nama lo , gak kayak orangnya hehepiss ! kenalin gue Alvin” kata Alvin mengulurkan tangan



“nama lo juga jelek kayak orangnya , wlekk”



“yahh.. lo kagak bisa diajak becanda , kagak lucu ah”



“hehe , makasih”



“lahh?? Gaje amat ni orang . hemm” pikir Alvin geleng-geleng



---



“acha?? Cantik secantik pemilik nama itu” seru Ozy



“biasa aja kalee”



“oow kalo gue orangnya gak suka yang biasa-biasa”



“la terus?”



“gue suka yang spesial gitu deh..”



“seperti gue?”



“yapss , lo sungguh amat sangat spesial nian banget sekali bagi gue”



“gombalmu kiyo rekk”



“maksudnya?”



“entah”



“maksud lo gue ganteng gitu?”



“iya kali”



“kok kali ? Bagi aja !”



“serah gue dong !”



“iya dah..”



---



“alyssa saufyka umari?? That’s right baby ?” kaget Rio



“what do you speak-speak ?”



“yes , you sensasional very mamenn”



“sorry Rio”



“why?”



“auk ahh , lo ngemeng apaan gue kagak ngarti”



“hagz hagz , nama lo keren alyssa saufyka umari”



“just Ify”



“Ify? Okey..”



---



“zepa? Zebra ada kalii.. hahaha” kata deva terbahak-bahak



“eluuu?!?!?!?!?!?!” geram si cewek jutek



“hehe , pis honey”



“jadi nama lo Zeva? So sexy” kata ray



“maksud lo?”



“lo seksoy banget” sambil nyolek pantat kiri Zeva



 ‘plakkkkk..’ Zeva nabok Ray



“kurang ajar lu cebol..”



“emakkkkkk... sakiiiiiiitt...” rengek Ray



“elu sih Ray , kurang ajar banget pake colek-colek segala” kata Deva sambil nyolek pantat kanan Zeva



‘boookkkkk” Zeva nimpuk Deva pake sepatu



“alamakkkkk.. kejamnya dunia”



“hahahahahahaha lu bedua kenapa?” tanya Rio



“digampar tuh singa hutan kak” jawab Ray nunjuk Zeva



“ape lu kate?? Mau gue gampar lagi apa?” ancam Zeva



“kagakk !!”



“kalian aneh-aneh aja sih , udah yuk kita pulang!” ajak Alvin



“yah kak.. ntar dulu dong ! lagi pengen ngobrol ama Achantik nih” cegah Ozy



“hmm.. mending kalian main ke rumah kita aja !” ajak Deva



“setujuuuuuu” sorak Ray



“boljug” jawab Sivia



“ya udah yuk!!”





@rumah Pandhawa



“ini rumah kalian?” Tanya Ify



“iya Fy , kenapa ?” tanay Rio



“sepia amatt , bonyok kalian di mana?” Tanya Zeva



“di kera-“ kata Ray terputus karena mulutnya dibekep Deva , Zeva mengernyitkan kening



“kera apa ?? kera sodaranya monyet ??”



“kera… kera… kerrawang” jawab Ozy ngasal *karawang kali*



“ngapain mereka di sana?” Tanya acha



“dating ke hajatan sodara” Alvin ngasal



“kok kalian kagak ngikut?” Tanya Sivia



“malesss” jawab Pandhawa kompak



“ohhh” balas Punakawan



“oyah , kalian duduk dulu deh ! mau minum apa ?” tawar Alvin



“gue es teh” jawab Sivia



“tea jus gula batu” seru Acha



“marimas lemon” jawab Ify tak kalah seru



“marimas jambu” jawab Zeva



“kenapa kayak beli di warung yak??” Rio geleng-geleng



“hahahahaha , oke !! Ray buatin gehh !!” suruh Ozy



“kok gue??Deva aja !!” suruh Ray



“ogahhhh”



“Deva?????????” Alvin+Rio+Ozy+Ray melototin Deva



“iya deh , huppp” dengan lesu Deva berjalan ke dapur dan balik membawa minuman



“nihhh” kata Deva



“thamks Deva” kata Zeva



“sama-sama Zeva”



“emm , kalian kok kayaknya orang baru ya di sini ?? kita gak pernah liat kalian tuh !!” kata Sivia



“ha ?? ya gak tau deh ..” jawab Alvin gelagapan



“kok kalian tinggal di tempat sepi gini sih ?? gak ada tetangga gitu .. gak takut apa ??” Tanya Ify



“ngapai takut ?? kita kan udah terbiasa ..” jawab Ray ceplos



“maksudnya tebiaa ??” Tanya Acha heran



“bukan apa-apa kok !!” jawab Ozy menenangkan



“mereka bener-bener aneh !!” pikir Sivia



“jangan sampe mereka tau kalo kami bukan manusia asli” pikir Alvin



“kok Rio manis banget sih !!” batin Ify sambil memandangi Rio



“kok Ify ngeliatin gue mulu ya ?? tapi gue seneng sih .. saying dia manusia dan gue makhluk kerajaan di langit ..” Batin Rio



“bawel sih bawel , tapi imut banget sih lo cha !!” batin Ozy sambil negdipin sebelah mata kea rah Acha



“ozy genit banget sih , tappi dia manis + lucu banget!!” batin Acha



“neng Zeva nih asoy benerrrr.. gimana caranya supaya gue da[etin dia yah ??” piker kembar sambil mainin lidah di bibir mereka



“kurang ajar banget mereka !! tapi gokil juga sih !!” piker Zeva senyum gaje



“aduhh.. mata gue kenape ??” kata Ozy panic sambil megangin mata kirinya



“knape lu Zy?” Tanya Rio



“mata gue kagak bener”



“hahaha , lu sih tadi pake acara kedipkedip ke gue !! sekarang kagak bias berenti ksn ??” kata Acha



“hahahahahahahahahahaha” tawa semuanya



“sudah… sudah…” tengah Ozy yang kembali normal|



“gue emang suka gitu kok tiap liat cewek cakep” lanjutnya



“gaje lu zy” kata Acha



“pulang yuk udah sore lohh ..” ajak Ify



“yuk!!” kata Acha semangat



“yahhh…” keluh Pandhawa



“kenapa??” Tanya Sivia



“gak papa , hati-hati ya” jawab Alvin



“bye…” ucap Punakawan saat keluar





***





@punakawan



“mereka kok aneh ya ??” kata Acha saat berjalan



“iya cha.. kayak ada yang berbeda dengan mereka” tambah Ify



“jangan-jangan mereka……………..” pkata Sivia negative@punakawan



“mereka kok aneh ya ??” kata Acha saat berjalan



“iya cha.. kayak ada yang berbeda dengan mereka” tambah Ify



“jangan-jangan mereka...” kata Sivia negative



“mereka kenapa kak ?” potong Zeva



“gak papa kok” jawab Sivia pendek



“sepertinya gue pernah lihat Alvin , tapi bukan di sini . di mana ya ?” pikir Sivia



“kak Via !!” seru Ify , Acha , Zeva



“ya kenapa ?”



“lagi mikirin apa hayoo !!” kata Ify



“bukan apa-apa kok”



“ya udah dehh”





***





@rumah Pandhawa



“gue takut nihh..” kata Ozy tiba-tiba



“takut kenapa kak ?” tanya Ray sambil makan cemilan



“takut kalo seandainya 4 cewek tadi tau siapa kita sebenernya”



“gue juga mikir gitu Zy” sahut Rio



“ngapain dipikirin ? mereka tau ya udah !” jawab Ray santai



“enak aja lo Ray ! gimana nasib gue ntar ?” kata Ozy marah



“nasib lo gimana kak ?” tanya Deva



“sebenernya... gue suka ama Acha ! tapi kayaknya gak mungkin deh kalo gue dapetin dia , secara gue bukan manusia !”



“sama Zy , gue juga khawatir kalo seandainya Ify tau gue bukan makhluk asli bumi , gimana cinta gue ke dia ?” tambah Rio



“o.O gitu toh..” komentar DevaRay



“dasar lu bedua kunyuk !” balas RiOzy



“lu bedua cungkring !” balas Devaray lagi



“kunyuk”



“cungkring”



“kunyuk”



“cungkring”



“woyyyy , kunyuk ama cungkring dieeeem !!!! gue yang cool aja kagak ribet kok !” lerai Alvin bernarsis



“hoooeeekkkkkkk” seru lainnya



“adik-adik jahanam!!” kesal Alvin



“kakak durhaka” balas lainnya



“kalian tuh ya????” geram Alvin



“kami ?? PMR !!”



“apa tuh ??”



“Pemuda Manis dan Ramah , :) ”



“gue LMGCKCIK” pamer Alvin



“apaan tuh ??”



“Lelaki Maha Ganteng Cool Keren Cakep Imut Kyut” jawab Alvin , lainnya cengo



“kenapa lu pada ?”



“tak apaa...”



“guys , kalian pada ngerasa gak kalo kalian pernah ketemu 4 cewek tadi ?”



“iya”



“di mana ?”



“tadi baru aja mereka main ke rumah kita” jawab Ray polos



“maksud gue sebelom kita berada di bumi !”



“wah kalo gitu gue belom pernah kak !’ jawab Rio



“gue juga , lagian kita mau ketemu di mana coba !” tambah Ozy



“apalagi kita , ya kan Ray !” kata Deva disertai anggukan Ray



“tapi kok gue ngerasa pernah ketemu ama Sivia yahh” kata Alvin bingung



“wahh.. jodoh kalii” sahut Ozy



“gaje luu !! masa iya sih ??” Alvin senyum gaje



“kak Alvin suka ya ama Sivia !!” tebak Ray



“iya” ceplos Alvin



“ciyyyeeeeeeee” sorak lainnya



“eh enggak kok , gue gak suka dia ! dia kan gemuk , ogah !!”



“kak Alvin tuh yaa , suka banget menilai seseorang dari fisik ! liat deh , gue aja gak masalah ama kebawelan si Acha ! namanya cinta itu terima apa adanya kak !” nasehat Ozy



“cieeee ! Ozy dewasa amat deh ! bahasanya tingkat tinggi” ledek Rio



“namanya juga lagi kena virus jambu biji kak jadi lebih dewasa gitu deh kak Ozy” tambah Deva



“virus jambu biji ?? H1N1 kali Dev !!” sahut Ray



“enak aja lu asal jeplakk !! emang gue kena flu babi apa !!” protes Ozy



“hahahapiis kak Ozy !!”



“diemm !! kembali ke topik pembicaraan !!” lerai Alvin



“topik pembicaraannya apa kak Alvin ??” tanya Ray



“gak tau” jawab Alvin



“hadehhhh... grubakkk !!” seru lainnya



“hehe , gue masih penasaran nih ! di mana ya gue pernah ketemu Sivia ?”





***





“gak usah dipikirin terus lah kak Via !! Cuma kak Alvin aja !!” kata Ify



“tapi gue masih penasaran Fy . lagian kan gue suka ama Alvin , jadi ya gue gak bisa lupa !” jawab Sivia



“whattttttzzzz ?? kak Via suka kak Alvin ??” kaget lainnya



“yes , why sist ??”



“gak papa kak ! aku dukung !” kata Acha



“ya kak , semoga cinta kakak gak bertepuk sebelah tangan !” tambah Zeva



“thanks ya Cha Ze . Fy , lu kagak ngasih ucapan ke gue ?”



“kagak ! dalam rangka apa gue ngasih ucapan ke kakak ? lagian belum tentu kak Alvin juga suka ama kak Via ! kan kak Via gendut !” jawab Ify



“sialan lu Fy , mending gue berisi , lah elu ? ke-rem-peng !” ejek Sivia



“tapi meskipun kerempeng ada yang suka ama gue ! daripada kak Via , gak ada yang suka !” balas Ify



“siapa yang suka ama elu ? dapet apa dia suka ama elu ? pan elu kagak punya daging !”



“yang suka ama gue itu si RIO ! dapet segalanya dari gue yang super cantik !”



“hah ?? Rio suka ama elu ?” kaget Sivia



“yakin kak ? masa sih ?” heran Acha



“gue kagak percaya” tambah Zeva



“kayaknya sihh..” jawab Ify tidak pasti



“yahh.. masih pendapat dong !” keluh Acha



“emang kalo beneran kenapa Cha ?”



“gak papa”



“hayyoo ada apa ?”



“gak ada apa kok kak”



“jujur aja Cha ! sebenernya lo kenapa ?” tanya Sivia



“sebenernya gue.... suka ama Ozy” jawab Acha malu



“haha , terus apa hubungannya ama gue dan Rio?” tanya Ify



“kan kalo kak Ify jadi ama kak Rio , semakin mudah aku ama Ozy”



“wahh... kayaknya kak Acha beneran suka nih ama kak Ozy” sahut Zeva



“ya benerlah.. masa bo’ong”



“udah ahh , kalian gak seru ! mending gue cabut !” Sivia melangkahkan kaki ke luar rumah



“mau ke mana kak ?” tanya Ify



“jalan-jalan”



“yahh.. malah pergi..” keluh Acha





***





@Sivia



“gue mau ke mana nih ? gue kan gak tau daerah sini ! ntar kalo gue nyasar gimana ? ya amplop , lontongin gue !” kata Sivia ketakutan



“jangan takut ! gue di sini Vi” kata seseorang dari belakang



“Alvin ?? ngapain lo buntutin gue ?” tanya Sivia kaget



“gue pengen nemenin elo Vi . boleh kan ?” tanya Alvin pelan



“kenapa elo mau temenin gue ? ada maksud apa lo?”



“maksud gue , gue pengen lebih akrab ama elo Vi”



“pasti lo punya maksud lain kan ?”



“iya”



“lo mau ngapain Vin ? jangan macem-macem !”



“Vi , gue mau.. kasih tau elo.. kalo.. gue.. (mendekatkan wajahnya ke Sivia) gue.. sakit perut !! gue balik dulu yah ! kebelet boker nih !” Alvin langsung ngeloyor



“yah Alvin !! gue kira lo mau bilang kalo lo suka ama gue !! ya elah Vi , ngarep amat !!” pikir Sivia

 @Acha



Ternyata Acha lagi duduk di pinggir sungai .



“kapan ya Ozy bakal tau kalo gue suka dia ? hadehhh , gue kok jadi mikirin Ozy sih !!” tiba-tiba ada seseorang yang menutup mata Acha dari belakang



“eh siapa nih ?? oii , jangan usil deh ! siapa sih ?”



“hehe” orang itu nyengir sambil beralih duduk ke sebelah Acha



“Ozy ??????” seru Acha



“yah , kenapa Cha ?” tanya Ozy



“gak papa”



“hayoo kenapa ? lo kaget ya gue ada di sini ?”



“hah ?? iya Zy . kok lo bisa di sini ?”



“kata hati gue yang nunjukin lo ada di sini , jadi gue ke sini aja dehh ! kan ada Achantik !”



“pinter ngegombal deh lo !”



“tapi lo suka kan ?”



“iya . eh enggak !”



“hayyoooo !! angkat tangan ! ketauan tuh !”



“Ozy apaan sih !!” kata Acha malu



“gak usah malu-malu lagi Cha ! santai aja ama gue !”



‘tapi gue suka elu Zy’ teriak Acha dalam hati



“hayo , mikir apa tuh ? pasti mikir kalo elo suka ama gue ya ?”



“kok tau ??”



‘alamakk keceplosannnn’ batin Acha gelagapan



“nah tuh ! ngaku gak ! hayo hayo !” ledek Ozy



“Ozy apaan siihhh !!” kata Acha sambil dorong tubuh Ozy , alhasil ozy nyemplung ke sungai



“Achaaaaaaa” teriak Ozy geram



“hahahapiiss Ozy , gue gak sengaja !” kata Acha nyengir



‘gue ajak Acha nyebur aja !’ pikir Ozy



“Cha sini deh ! gue bisikin !” suruh Ozy , Acha mendekatkan diri ke Ozy lalu Ozy menarik tubuh Acha sampe nyebur



“Ozyyyyyyyy” geram Acha



“yeyyy Acha kena !” kata Ozy sambil nyiram air ke arah Acha pake kedua tangannya



“Ozy jangan !”



“udahlah Cha ! udah terlanjur basah !”



“Ozy awas yah ! nih aku bales !” Acha menyiran air ke muka Ozy



“hahaha Acha awassss !” Ozy nyiram air sebanyak-banyaknya , mereka pun bermain air





***





Ify sedang duduk sambil nyanyi di sebuah taman yang terletak di tengah desa tempat tinggalnya . Tiba-tiba Rio menghampirinya .



“buka hatimuu.. bukalah sedikit untukku.. sehingga diriku bisa memilikimu..” lantunan suara Ify



‘prokk prokk prokk’ suara tepuk tangan seseorang , Ify menoleh ke belakang



“Rio ??” seru Ify



“suara lo bagus banget Fy , kagum gue !” puji Rio



“makasih Rio”



“kembali kasih Fy . emang tuh lagu buat siapa Fy ? Pasti buat pujaan hati lo ya ?”



“iya Yo , tapi sayang dia gak tau perasaan gue ke dia !”



“siapa sih orang itu ? kok dia gak paham perasaan lo ?”



‘dia itu elo Yo’ batin Ify



“Fy ??”



“ya Yo ?”



“boleh tau gak siapa orang itu ?”



“dia ituu.. eh ujan Yo , kita berteduh ke sana aja yuk !” potong Ify sambil menunjuk ke sebuah gubuk



“Iya Fy”





@gubuk



Ify menggigil kedinginan , tapi dia gak bawa jaket . Rio yang menyadari keadaan Ify lalu meminjamkan jaketnya .



“Fy , pake nih jaket gue !” tawar Rio sambil nyodorin jaketnya



“gak usah Yo , makasih !” tolak Ify



“kok gak usah ? lo kedinginan gitu ! apa perlu gue pakein ?” kemudian Rio memakaikan jaketnya ke tubuh Ify



“udah anget kan ?” tanya Rio



“iya makasih Yo” jawab Ify bohong padahal tubuhnya masih menggigil hebat



“kok masih menggigil gitu ? masih kedinginan ya Fy ?”



“eh enggak kok”



“apa perlu gue peluk supaya lo gak kedinginan lagi ?” Rio memeluk tubuh Ify



“Yo...” panggil Ify pelan sambil membalas pelukan Rio



“udah gak dingin kan Fy ?”



“makasih Yo..”



“sama-sama Fy . Fy , gue sayang elo !” kata Rio pelan



“gue juga sayang elo Yo..”



“benar Fy ?” Rio melepas pelukannya dan menatap Ify dalam



“...” Ify hanya mengangguk



“Fy lo mau gak jadi pacar gue ?”



“...” Ify berlari meninggalkan Rio



“ada apa dengan Ify ya ?” pikir Rio





***





“eh kunyuk dua ! ngapain kalian ke sini ?” tanya Zeva saat membukakan pintu rumahnya dan menemukan dua kunyuk eh dua tokek eh dua insan berwajah gokil , ialah RayDeva



“kok nyambut tamu gitu sih Ze ?” omel Ray



“tamu ?? pengemis ada !!” ejek Zeva



“yah Zeva ! kita kan bertujuan baik dateng ke sini ! elonya malah gitu !” kesal Deva



“tujuan baik ? gak nyolek pantat gue lagi kan ?”



“kagak Ze , udah kapok gue lo gampar sekenceng itu ! bisa kepes pipi kyut gue !” kata Ray



“kalo gitu biar kempes aja sini !”



“jangan Ze !!” teriak kembar



“hmm.. gue masuk dulu yah !” pamit Zeva



“lah ?? kita kagak boleh masuk nih ?” tanya Deva



“hahaha , kasian lu bedua ! masuk geh ! ntar dikirain ada anak monyet nyasar ke sini !” ledek Zeva



“ngeledek terus deh !!” kesal Ray



“udah udah !! mau masuk kagak ??”



“ayokkk !!”



---



“rumah lo sepi banget Ze ! pada ke mana nih penghuninya ??” tanya Ray sambil duduk di sofa



“iya nih , pada keluar semua ! gue sendirian deh , untung lu berdua ke sini jadi gue ada temennya !” jawab zeva



“kita gak ngerepotin kan Ze ?” tanya Deva



“kagak lah ! justru kalian nemenin gue !”



“oiya mau minum apa ?” lanjut Zeva



“air putih aja deh” jawab kembar



“oke tunggu ya !” sesaat...



“nih ! kalian mau ngapain dateng ke sini ?” tanya Zeva



“pengen main aja Ze , kangen ama lo” jawab Deva



“kangen ?? gaje deh”



“iya Ze , gue kangen banget ama lo” kata Ray



“aneh deh kalian !!”



“Ze...” panggil kembar



“ya ??”



“gue suka elo” kata kembar kompak , Zeva kaget



“hah ?? kalian bedua suka gue ??”



“kok lo ikut-ikut sih Ray !!” bentak Deva



“lah gue emang suka ama Zeva . ngapain elo juga suka ?” balas Ray



“tapi kan gue duluan !” Deva tak mau kalah



“siapa yang jadi abang ? gue kan ! ya pokoknya gue !” Ray melawan



“yee , jadi abang tuh harus ngalah dong !”



“kagak bisa ! pokoknya Zeva buat gue !”



“buat gue !!”



“gue”



“gue”



“gue”



“elo , eh gue”



“haha Zeva buat gue”



“gue dong Ray”



“gue Dev”



“DIAAAAAMMM” teriak Zeva



“maaf Ze”



“hmm”



“lo pilih siapa Ze ?? gue ato si kunyuk ini ??” tanya Ray sambil nunjuk Deva



“gue aja Ze” pinta Deva



“emm... (tiba-tiba Ify masuk rumah sambil nangis) Loh kak Ify...” teriak Zeva lalu berlari menghampiri Ify



“yahh.. Zeva mah..” keluh Ray





---





“kak Ify , kakak kenapa ?” tanya Zeva saat berada di kamar Ify



“gue gak papa kok Ze” jawab Ify pelan



“bohong ! kalo gak papa kok lo nangis kak ? sebenernya lo kenapa kak ?”



“Rio Ze”



“kak Rio kenapa ? dia ngapain lo kak ?”



“dia.. dia bilang.. kalo dia sayang ama gue Ze”



“bagus dong ! berarti cinta lo gak bertepuk sebelah kaki eh maksud gue tangan kak !”



“tapi kan Ze , gue ama Rio itu beda !”



“iya sih kak ! tapi kalo udah cinta mau gimana lagi ?”



“ntahlahh.. lagi pula kita gak akan lama lagi di sini ! jadi mungkin cinta gue juga akan hilang setelah gue pisah ama Rio”



“yah kak Ify ! jangan ngomong gitu dong ! kalo lo emang udah cinta , gak bisa dipisahin deh !”



“mana mungkin Ze , 3 hari lagi kan kita bakal pulang ! dan udah pasti gue bakal pisah juga ama Rio”



“hmm . gue gak tau deh kak , tapi kalo gue jadi elo gue bakal perjuangin cinta gue ! apalagi kalo cinta gue terbalaskan !”



“lo bener juga Ze , kalo gitu gue bakal pertahankan cinta gue ke Rio !”



“nah gitu dong kak !!”



“thanks ya Ze”



“sama-sama kak”



“si kembar ngapain ke sini?”



“tau tuh kak , gaje banget mereka ! malah mereka berdua bilang kalo mereka suka gue !”



“hahh?? Mereka berdua suka elo ??”



“iya kak”



“terus elo milih siapa Ze?”



“entahlah kak , gue aja gak pernah ada rasa ama mereka ! gue Cuma anggap mereka sahabat kak !”



“bagus kalo gitu !”



“bagus gimana kak ?”



“kalo gitu caranya kan lo jadi gak nyakitin perasaan salah satunya ! adil gitu deh !”



“ohh , ya mungkin !”



“udah , samperin sana mereka ! kasian lo tinggal !”



“iya kak”





---





“Zeva ke mana sih ? lama amat !” kesal Ray



“jangan-jangan...” kata Deva ngaco



“jangan-jangan kenapa Dev ?” sahut Zeva



“eh Zeva ! bukan apa-apa kok !” Deva nyengir



“sory ya guys , tadi gue hibur kak Ify dulu !”



“hibur kak Ify ? emang kak Ify kenapa Ze ?” tanya Ray



“emm.. gue kasih tau tapi jangan bilang siapa-siapa ya ?”



“apa Ze ?” Zeva pun menceritakan semua tentang Rio nembak Ify



“ohh gituu” komentar Ray singkat



“tapi kak Ify suka kan ama kak Rio ?” tanya Deva



“iya , dan rencananya 3 hari lagi pas kita balik , kak Ify mau bilang ke kak Rio kalo dia juga cinta kak Rio” jelas Zeva



‘3 hari lagi kan Pandhawa juga mau balik ke kerajaan’ pikir Ray



“ohh..emang kalian mau balik ke mana Ze ?” tanya Deva



“ke-- emm.. ke rumah ortu kita ! kita kan di sini Cuma liburan aja !” jawab Zeva sedikit gugup



“yahh , kita pisah dong !” kata Ray sedih



“hmm , iya sih ! syukur deh gue kagak ketemu kalian lagi ! haha” tawa Zeva



“yah Zeva mah gitu !” kesal Deva



“hehe , just kidding guys ! don’t be angry !” hibur Zeva



“lu ngomong apa ngitung beras sih Ze ? gaje” kata Ray



“haha , kalian tuh lucu yah ! gue suka deh !” kata Zeva gemes



“hah ? lo suka ama gue ze ? bener ?” tanya Deva ge-er



“eh maksud gue suka tuh karna gue gemes aja ama kalian ! kalian tuh lucu ! bukan suka yang gitu !”



“yah Zeva... gue kirain elu suka ama gue !” keluh Ray



“hmm . gak lah !”



“udah sore nih , kita pulang dulu ya Ze !” pamit Deva



“hati-hati ya guys !”



“babay Zeva !”



“bay tuu”



‘mereka emang pantes jadi sahabat gue’ pikir Zeva





***





@rumah Pandhawa



“soLokomm” teriak Ray saat masuk rumah



“husshh.. ngomongnya yang bener Ray !” tegur Ozy



“hehepiss” Ray nyegir



“lo kenapa kak ? kok tumben amat mandi keramas ! biasanya kan elo keramasnya Cuma tiap lebaran aja !” kata Deva ngawur



“enak aja luu ! tadi gue abis main di sungai bareng Acha , jadi basah kuyup deh ! karena air sungainya kotor , ya gue mandi keramas biar rambut gue bersih ! paham anak-anak ?” terang Ozy layaknya seorang guru



“paham bu guruu” jawab kembar



“baguuss”



“lo ngapain main di sungai ama Acha Zy ?” tanya Alvin tiba-tiba datang



“ya siram-siraman air gitu deh kak ! pokoknya seru abiss ! hari ini gue seneng banget !” jawab Ozy tersenyum bahagia



“elo seneng Zy , lah gue ?” balas Alvin



“emang lo kenapa kak ?” tanya Ray



“tadi tuh pas banget saatnya gue ungkapin perasaan gue ke Sivia . tapi sayang banget perut gue muLes gara-gara grogi . gak jadi ngomong deh !” kesal Alvin



“wakakakakakaka” tawa kembar + Ozy



“yah kalian malah ketawa melihat gue menderita . siaLan lu pada !” kesal Alvin lagi



“abis lo lucu sih kak ! pake acara kebelet boker segaLa ! hahaha” celetuk Deva



“siaLan lu betiga ! eh Rio ke mana nih ?” tanya Alvin



“daritadi gue kagak liat tuh kak” jawab Ozy



“lah tuh anak pergi ke mana yak ? apa bunuh diri kali ya ?” kata Alvin ngaco



“kak Rio !!!” seru kembar saling berpandangan“kak Rio !!!” seru kembar saling berpandangan



“kembar , kalian tau kak Rio di mana ?” tanya Ozy



“gimana Ray ? kita critain gak ?” bisik Deva



“jangan deh Dev , ntar gak seru kalo kak Alvin ama kak Ozy tau” jawab Ray berbisik



“tapi kan Ray , ntar mereka nyariin kak Rio”



“udah gak papa”



“woyyyyy” teriak Alvin



“eh ya kak , kenapa ?” tanya Ray



“kalian ngomongin apa ? kalian tau di mana Rio ?”



“tau / gak” jawab DevaRay gaje



“lah ?? yang bener yang mana nih kak ?” tanya Ozy ke Alvin



“mana gue tau Zy”



“ya udah gue percaya Ray aja dah” kata Ozy bloon



“gimana sih Zy ? aneh luu .. Dev lo tau Rio di mana ?” tanya Alvin



“Ray , gue critai aja yah..” bisik Deva



“serah lu deeh”



“jadi gini kak..............” Deva menceritakan



“apa ?? jadi Rio udah nembak Ify ? wah.. gue aja belom nembak Sivia kok L” kesal Alvin



“wallah kak Alvin .. gue juga belom nembak Acha kok , tenang !” hibur Ozy



“betul kata kak Ozy kak , kak Alvin masih ada peluang untuk mendapatkan kak Sivia” tambah Ray



“thanks ya adek-adek gue yang jelek . meskipun kalian jelek tapi kalian baik ke gue” kata Alvin



“iya kak Alvin gilaa” jawab kembar + Ozy , tiba-tiba Rio masuk



“heh Rio .. darimana lo ?” tanya Alvin



“jalan-jalan kak” jawab Rio sambil menyandarkan diri di sofa



“gimana sama kak Ify kak ?” tanya Deva



“maksud lo Dev ?”



“udahlah Yo , kita semua udah tau antara lo dan Ify” kata Alvin



“darimana lo semua tau?”



“darimana itu gak penting . yang penting kita semua seneng kak” jawab Ozy



“buat apa kalian seneng ? Ify aja belom nerima gue”



‘tunggu aja nanti kak’ pikir Ray



“kan belom tentu kak Ify nolak elo kak” sahut Ray



“lo masih ada harapan kak , lah gue ?” kesal Deva



“lo kenapa Dev?” tanya Ozy



“tadi gue ama Ray sama-sama nembak Zeva”



“lah ?? terus Zeva milih siapa ?” tanya Alvin



“Zeva gak ngasih jawaban” jawab Ray



“ya semoga aja gak ada yang diterima . amin !” kata Ozy



“yah kok gitu sih kak ! awass loo ! semoga kak Acha gak nerima elo !” kesal Deva



“haheyy , jangan !”



“makanya jangan doain gitu !”



“iya deh , maaf bradaa !”



“udah-udah ! sekarang kita istirahat !” suruh Alvin



“okee....”





***





3 hari kemudian ..



“banguuuuuuuuuuuuuuun” teriak Alvin



“hoammmmm... masih ngantuk kak” sahut Rio



“hari ini kita balik ke kerajaan guys ! ayo siap-siap !” ajak Alvin



“whattttzzz ??? hari ini kak ?” tanya Deva



“iya Dev”



“ya udah deh , gue mandi dulu !” Ozy ngeloyor ke kamar mandi namun matanya masih terpejam



“oyyy , lom mau ke mana Zy ?” tanya Rio



“ke kamar mandi lah , masa ke dapur”



“woyy , buka mata lo ! elo mau ke mana ?”



“hulalahh... kok gue ke dapur beneran ?” Ozy kaget



“makanya kalo jalan matanya melek kak , salah jalur kan” sahut Ray



“haha iya dah”



“yang lain beresin barang bawaan yah !”



“oke kak”





***





“hikz hikz hikz..” suara tangis Ify di ruang tengah



“lo kenapa Fy ? kok nangis sih ?” tanya Sivia



“gue sedih kak”



“kok sedih ? kan nanti kita ketemu ayah-bunda lagi”



“pasti kak Ify sedih karena bakal pisah ama kak Rio , ya kan ?” sahutt Zeva



“iya Ze”



“sabar kak , kalo kalian jodoh pasti kalian bakal ketemu lagi” hibur Acha



“ketemu lagi ? di mana Cha ? secara kita kan gak akan kembali lagi ke bumi !” kata Ify sedikit keras



“ya gue gak tau kak” jawab Acha jutek



“udahlah Fy , mungkin Rio bukan jodoh lo ! sebenernya gue juga suka Alvin , tapi mau gimana lagi” kata Sivia



“tapi kak , gue sayang banget ama Rio” bantah Ify



“udah deh kak gak usah lebay ! gue juga sayang banget ama Ozy , tapi kan kita takdirnya beda ! apa kakak mau tinggal di bumi selamanya hanya untuk seorang RIO ? dan kakak tega ninggalin Ayah Bunda ?” kesal Acha



“kak Acha.. kok ngomongnya kasar sih ke kak Ify . ingat kak , kak Ify kakak lo ! gak sopan !” kata Zeva



“sori gue nyolot ! abis kak Ify segitunya sih”



“lo bener Cha . mungkin Rio bukan jodoh gue . gue harus terima perbedaan ini” kata Ify mulai tegar



“sudah.. Fy , lo gak perlu sedih lagi ! ntar lo bilang ke Rio kalo lo sayang ke dia . dengan begitu mungkin akan mengurangi sedikit beban lo saat lo ninggalin dia” nasehat Sivia



“iya kak”





***





“guys , semuanya udah siap ??” tanya Alvin



“udah kak..”



“sekarang kita ke rumah 4 cewek itu !” ajak Alvin



“ngapain kak ?” tanya Ozy



“pamit lah..” jawab Rio



“pamit apa pamit..?” sindir kembar



“maksud lo bedua ?” tanya Rio



“halah.. kak Rio mau tau jawaban kak Ify kan ?” ledek Ray



“iya sih Ray , sekalian gue ucapin selamat tinggal”



“mengaharukan” kata Deva



“udah ahh ..  sekarang ayo kita cabut !!”





***





@punakawan





“udah beres semua ??” tanya Sivia



“baju udah , sepatu udah , boneka udah , bantal udah . apa yah yang kurang ?” celoteh Acha



“dika ama diky ! masih di kandang !” seru Zeva lalu pergi , dika n diky itu kucing peliharaan Zeva



“Fy , barang-barang lo udah lengkap semua ?” tanya Sivia



“udah kak , gak ada yang ketinggalan deh . paling yang ketinggalan Cuma cinta gue ke Rio” kata Ify



“halah Fy ..”



“heheh , lupain aja dah”



“sikat gigi gue ketingalan !!” teriak Acha langsung ngeloyor



“ckckck , adek-adek lu aneh deh Fy” kata Sivia



“lah ?? pan adek lo juga kak”



“oh iya yah”



“hadeh ...”



“lama amat sih mereka”



“ZevAcha....... cepetan !!!!” teriak Ify



“etdah fy , pelan napah !”



“heheh , kalo pelan mereka kagak denger dong kak”



“halah , serah”



“haduh .. sori lama kak ! soalnya nih si dika gak mau dipakein celana . jadi lama deh” kata Zeva kesel



“haha iya deh , lah si Acha mana ?” tanya Ify



“huaaahh .. sikat gigi gue jatuh kena air deh ! isshh sebel !” omel Acha



“ya elah Cha , namanya sikat gigi kalo gak kena air gimana makenya ! setdah adek gue edan semua” kesal Ify



“udah udah ! semuanya udah siap kan ? kita harus balik sekarang !” tegas Sivia



“sekarang kak ? kita gak ketemuan dulu ama 5 cowk itu ?” tanya Ify cemas



“heheh , jangan nangis dulu Fy ! iya kita samperin mereka yuk !” ajak Sivia



"yuk"“guys , itu kan Sivia dkk !” kata Alvin menunjuk segerombolan cewek cantik



“iya , kita samperin aja yuk !” ajak Rio



“hay girls..” sapa Pandhawa



“hay boys..” balas Punakawan



“kalian mau ke mana girls ?” tanya Ozy



“kita mau pulang ke tempat tinggal kita bersama ortu..” jawab Sivia sedih



“sama , kita juga mau balik” kata kembar



“emm , Vi , gue pengen ngomong ama lo . boleh ?” tanya Alvin



“boleh Vin”



“ikut gue yuk !” AlVia pun pergi meninggalkan yang lain



“Fy , gue masih nunggu jawaban elo” kata Rio



“boleh gue jawab sekarang Yo ?”



“tentu”



“tapi jangan di sini Yo”



“ya udah kita pindah aja yuk !” RiFy pergi



“Achantik..” sapa Ozy



“ya Ozymuut..”



“Acha inut abang Ozy yuk !”



“ke mana ?”



“ayo ikut aja !” OCha juga pergi



“kita di sini aja yah nunggu kakak-kakak kita !” pinta Zeva



“wokee Ze” jawab kembar



“kira-kira mereka mau ngapain yah !” kata Ray



“kalo kak Ify udah pasti mau nerima cinta kak Rio..” jawab Zeva



“kalo kak Alvin pasti gak berani nembak kak Sivia , sering grogi sih” sahut Deva



“kalo kak Ozy paling Cuma becandaan ama kak Acha , tuh anak gak pernah serius” kata Ray



“emnag kak Alvin suka yah ama kak Sivia ? terus kak Ozy suka kak Acha ?” tanya Zeva



“iya Ze” jawab kembar



“wahh .. berarti cinta kak Sivia ama kak Acha gak bertepuk sebelah tangan dong !”



“hahah iya .. mereka bakal happy ending yah !” sahut Ray



“tapi kita enggak Ray” kata Deva sedih



“iya yah Dev”



“emm , guys , masalah kalian suka ma gue . sori gue gak bisa nerima salah satu dari kalian ! gue gak mau kalo gue terima salah satu ntar yang satunya sedih ! lebih baik kita berteman saja ! gimana ?” tanya Zeva



“just friend ?”



“yah”



“wokee.. gak papa lah , yang penting kita bisa bersama elo . ya kan Ray ?”



“yippii”



“tapi kan bentar lagi kita pisah L” kata Zeva sedih



“iya yah .. padahal baru sebentar kita bersama , udah mau pisah” Ray ikutan sedih



“tapi kan hati kita selalu dekat” kata Deva



“iya guys , kita sahabat selamanya . gue gak akan lupain kalian . gue gak akan lupain kebaikan , kelucuan , kegilaan , keanehan dan kejelekan kalian” Zeva ngeledek



“yah Ze , masa yang diinget yang begituan ! wagu deh..” kata Ray



“heheh , pokoknya gue gak akan lupain kalian boys”



“kita juga”



“kita untuk selamanya” mereka pun berpelukan





---





“lo mau ngomong apa Vin ?” tanya Sivia



“Vi .. gue .. gue .. gue .. gue mau .. mau .. gue mau tanya ama elo boleh ?”



“ya elah Pin .. boleh , tanya apa ?”



“elo ngerasa gak kita pernah ketemu sebelum kita ketemu di sini ?”



‘kok Alvin ngerasain yang sama kayak gue?’ pikir Sivia



“emm .. iya Vin”



“hah ? jadi elo juga ngrasain Vi ? kira-kira di mana yah ?”



“entahlah Vin , gue juga bingung”



“tapi mungkin pertemuan kita waktu itu gak seindah kali ini Vi”



“maksud lo Vin ?”



“ya mungkin saat itu perasaan kita gak seperti sekarang”



“perasaan kita gimana Vin ?”



“perasaan spesial di hati kita”



“spesial gimana ?”



‘haduh , Sivia lemot amat sih’



“apa gue harus to the point Vi tentang perasaan gue ?”



“emm , emang perasaan elo gimana Vin ?”



“perasaan gue itu mengatakan kalo gue .. ”





---





“jadi gimana Fy ? apa lo mau terima cinta gue ?” tanya Rio



“emm .. lo yakin mau tau jawaban gue sekarang Yo ?” Ify berbalik tanya



“iya Fy”



“tapi sory kalo jawaban gue mengeceweken elo !”



“mengecewakan kali Fy !”



“heheh iya dah Yo . jadi gue .. ”





---





“Cha , lo imut” kata Ozy



“lo juga Zy” balas Acha



“lo manis”



“lo juga”



“lo cakep”



“lo juga”



“lo cantik”



“lo gak Zy”



“tapi ganteng kan ?”



“gak juga”



“kalo gitu lo jelek Cha”



“apalagi elo”



“dasar comel”



“elu...” geram Acha



“apa ?” tantang Ozy mendekatkan mukanya hingga jarak mereka hanya 5 cm



“udah ah Zy”



“hahaha , grogi ya lo deket gue”



“iya , eh kagak”



“heheh , gue juga grogi Cha tiap deket elu”



“kok bisa gitu ?”



“ya bisa dong”



“apa penyebabnya ?”



---





“gue suka elo Vi / gue terima elo Yo / karena gue sayang ama elo Cha” kata Alvin , Ify dan Ozy berbarengan



---





“ ???? ” Sivia ngasih tampang kaget



“kenapa Vi ?” tanya Alvin heran



“apa yang lo bilang itu bener ?” tanya Sivia balik



“iya lah Vi , mana pernah sih gue berbohong”



“oh..”



“terus gimana Vi ?”



“gimana apanya Vin ?”



“ya elahVi .. sekarang gue tanya , apa lo juga punya perasaan yang sama kayak gue ?”



“perasaan elo yang gimana Vin ?”



“SIVIAAA... GUE SUKA AMA ELO !! APA LO JUGA SUKA AMA GUE ??” tanya Alvin tereak-tereak



“ALVIN .. GUE JUGA SUKA AMA ELO !!” jawab Sivia juga teriak



“apa Vi ?? jadi lo juga suka ama gue ??” Alvin gak nyangka



“iya Vin”



“waaaaahh .. lo mau gak jadi pacar gue ?”



“tapi Vin , bentar lagi kan kita mau pisah” kata Sivia sedih



“iya sih Vi . tapi lo tetep sayang ama gue kan ?”



“gue gak mungkin lupa sama elo Vin meskipun kita ga bersama”



“terus..”



“terus apa ?”



“elo mau jadi pacar gue ? ya meskipun kita gak bersama , tapi status kita kan berpacaran”



“lo yakin Vin ?”



“yakin banget Vi”



“oke”



“lo mau jadi pacar gue Vi ? serius ?”



“iya Alvin”



“waaaahhh .. Sivia gue sayang ama elo” Alvin memeluk Sivia



“gue juga sayang elo Vin”





---





“apa Fy ? gue gak denger” kata Rio becanda



“bener lo gak denger ? syukur deh..”



“yah Ify ! iya gue denger . yakin lo nerima gue jadi pacar lo ?”



“gak ! gue gak yakin Yo” kata Ify kesal



“yah Ify jangan marah dong ! makasih ya Fy ..”



“hmm .. sama-sama Yo .. tapi Yo ..”



“udah gak usah dipikir Fy ! yang penting kita bahagia untuk saat ini”



“tapi gimana hubungan kita selanjutnya Yo ? masa kita mau ‘Long Distance’ sih !”



“long Distance itu apa ya Fy ?”



“alamak .. gubrakkk”



“oh artinya alamak gubrak toh”



“Ioooo... Long Distance itu jarak jauh J”



“oh.. iya gue ngerti deh Fy”



“hmm..”



“jangan sedih Fy !”



“Yo .. ntar kalo kita pisah apa lo tetep sayang ama gue ?”



“tentu dong Fy”



“bahkan kalo nanti kita gak akan ketemu lagi ?”



“janji Fy , cinta gue buat elo kagak bakal ilang ! dan gue yakin kalo Tuhan akan mempertemukan kita lagi !”



‘gimana caranya kita bisa ketemu lagi Yo ? kita itu berbeda’ batin Ify



“iya Yo . semoga kita bisa ketemu lagi”



“amin .. gue sayang elo Fy” Rio memeluk Ify



“gue juga sayang elo Yo” Ify membalas pelukan Rio





---





“oh .. jadi itu alasan elo grogi tiap deket gue ?” tanya Acha



“iya Cha .. sekarang lo udah tau kan isi hati gue ?”



“yayaya , gue udah cukup tau kok”



“terus ??”



“terus apa ?”



“gue boleh tau dong perasaan lo”



“perasaan gue ? buat apa lo harus tau ?”



“supaya gue tau , apa lo juga suka ama gue ato gak”“oh .. jadi itu alasan elo grogi tiap deket gue ?” tanya Acha



“iya Cha .. sekarang lo udah tau kan isi hati gue ?”



“yayaya , gue udah cukup tau kok”



“terus ??”



“terus apa ?”



“gue boleh tau dong perasaan lo”



“perasaan gue ? buat apa lo harus tau ?”



“supaya gue tau , apa lo juga suka ama gue ato gak”



“sori , tapi gue gak seperti elo”



“maksudnya ?”



“elo suka kan ama gue ? tapi gue gak suka ama elo !”



“oh .. oke deh , gue udah ngerti” kata Ozy sedih



‘sori Zy ! sebenernya gue gak pengen nyakitin elo , tapi kalo lo tau isi hati gue sebenernya , mungkin akan lebih menyakitkan elo’ batin Acha



“udah cukup kan ngomongnya ?” tanya Acha



“udah Cha”



“oke gue ke sana dulu”



“tunggu Cha” Ozy menahan tangan Acha



“ada apa lagi ?”



“gue harap lo gak lupain gue meskipun lo gak sayang ama gue ! sebentar lagi kita bakal pisah Cha , jujur gue gak sanggup ! apalagi setelah gue tau kalo elo gak sayang ama gue , tambah sakit hati gue Cha ! tapi gue bakal nunggu sampe elo bisa sayang ke gue ! hati ini cuma buat elo Cha ..”



“thanks Zy .. gue ke sana dulu” Acha pun pergi



“ya”





***





“hey udah pada ngumpul toh !” kata Acha menghampiri lainnya



“heem Cha , udah dari tadi” jawab Ify



“lah Ozy ke mana Cha ?” tanya Alvin



“Ozy masih di belakang kak”



“kok lo tinggal sih !” omel Rio



“kenapa gak bareng Cha ?” tanya Sivia



“dia masih pengen di sana , ya gue tinggal aja”



‘ada apa nih ?’ pikir Zeva



“hay guys..” sapa Ozy



“dari mana lo Zy ?” tanya Alvin



“tadi dari sana kak” menunjuk ke taman



“kok lama ? baliknya gak bareng Acha lagi . ada apa hayoo ?” ledek Sivia



“gak ada apa-apa kok” jawab Acha datar



“ya udah ! sekarang saatnya kita pulang !” kata Ify



“buru-buru amat sih Fy ! pengen cepet-cepet pisah ama gue ya ?” tanya Rio



“ya nggak gitu Yo . tapi kita udah ditunggu ortu kita”



“yah Fy , gue kan masih pengen ama elo”



“ciyyeee .. ada yang baru jadian nih kayaknya” ledek Ray



“heheh , tau aja lo Ray” kata Alvin



“loh ?? kak Alvin juga jadian toh ama kak Sivia ?? padahal tadi gue ngeledek kak Rio” kata Ray



“heheh , tak apa lah .. yang penting gue bahagia” Alvin nyengir



“wah .. selamat ya buat kak Alvin dan kak Sivia .. juga kak Rio dan kak Ify” ucap Deva



“thanks Dev” kata RiFy



“emm .. happy ending ya kalian” kata Zeva



“kita juga kan Ze ? kita bertiga kan bisa bersahabat” kata kembar



“iya yah”



“selamat ya buat kalian semua” kata Ozy



“elo gimana Zy ama Acha ? kalian juga jaian kan ?” tanya Rio



“pasti lah Yo .. mereka kan saking cinta” sahut Ify



“hmm .. mungkin belom saatnya kak” jawab Ozy



“loh ?? kok gitu ??” tanya Alvin heran



“udahlah kak ! sekarang saatnya kita cabut !” ajak Acha



“oke , bye Alvin ! gue sayang elo selamanya” kata Sivia



“gue juga sayang elo selamanya Vi” AlVia berpelukan



“Fy .. sekarang kita harus pisah . tapi lo harus yakin kalo kita pasti bisa ketemu lagi . oke sayang ?” kata Rio



“iya Rio sayang” RiFy juga berpelukan



“Cha , gue boleh minta sesuatu gak sebelum pisah ama elo ?” tanya Ozy



“minta apa ?”



“gue boleh peluk elo gak ? untuk terakhir kalinya”



“emm .. boleh”



“makasih Cha .. jangan lupain gue ! gue bakal tunggu sampe elo kasih hati lo buat gue !” kata Ozy sambil memeluk Acha



‘makasih Zy , gue gak akan lupain elo ! gue sayang elo , tapi untuk saat ini gue belom sanggup penuhi permintaan elo’ batin Acha



“guys , kita friend forever kan ?” kata Zeva



“so pasti” jawab kembar



“love you guys”



“love you too Ze”



“sudah semuanya ?”tanya Alvin



“udah..”



“girls .. kita pamit yah .. babay” pamit Pandhawa



“oke boys .. bay” jawab Punakawan





***





“Pandhawa... Bunda rindu kalian nak..” seru Dewi Zahra ketika melihat kedatangan Pandhawa di kerajaan



“iya Bunda , kami juga rindu dengan Bunda” balas Pandhawa



“kalian tidak rindu dengan Bunda Shilla ?” tanya Dewi Ashilla judes



“tentu kami rindu dengan Bunda dong” jawab Pandhawa



“ya sudah , Pandhawa , kalian istirahat dulu ! nanti malam Ayahanda dan Ibunda akan membicarakan hal penting kepada kalian setelah makan malam..” kata Prabu Damanik



“baik Ayah..” jawab Pandhawa





***





“Ayah , Bunda .. Apa yang akan Ayah dan Bunda sampaikan kepada Pandhawa ?” tanya Vintadewa (nama kembali semula) saat keluarga itu berkumpul di ruang keluarga kerajaan



“Jadi begini Pandhawa , Ayah dan Bunda sudah setuju dengan rencana kami untuk menjodohkan Vintadewa dengan Putri BagVia dari kerajaan Bintang Idola..” terang Prabu Damanaik



“apa Ayah ?? perjodohan itu jadi ?? tapi Ayah--” kata Vintadewa terpotong



“Vintadewa.. jangan bantah Ayah dan Bunda lagi ! untuk kali ini kamu harus nurut apa yang Ayah dan Bunda perintahkan !” tegas Dewi Ashilla



“tapi Bunda.. Vintadewa tidak mencintai BagVia.. lagipula Vintadewa sudah punya pilihan sendiri..” bantah vintadewa



“cinta ?? pesetan dengan itu !! pilihan sendiri ?? siapa ?? darimana kamu mendapatkan dia ??” Dewi Ashilla melawan



“Dewi Ashilla .. tidak seharusnya kamu melawan kehendak anakmu seperti itu ! biarkan dia mengungkapkan pendapatnya dulu !” kata Dewi Zahra



“diam kamu ! ini urusanku karena dia anakku ! jangan ikut campur !” bentak Dewi Ashilla



“DIAMMM” bentak Prabu Damanik keras sambil menggebrak meja



“aduh sakit juga tanganku” lanjutnya



“hahaha , makanya jangan emosi Yah” kata kembar



“Ayah , Bunda .. sebaiknya kita dengarkan dulu alasan kak Vintadewa menolak perjodohan ini !” saran Zynaka



“baiklah Vintadewa , jelaskan mengapa kamu tidak setuju dengan perjodohan ini !” suruh Prabu Damanik



“begini Ayah . alasan Vintadewa menolak perjodohan ini karena pertama saya tidak mencintai Putri BagVia , kedua karena saya sudah punya kekasih . begitu Ayah” jelas Vintadewa



“Ayah bisa terima alasan kamu yang pertama . tapi untuk alasanmu yang kedua , apa Ayah boleh tau siapa dia ?”



“dia adalah seorang Putri cantik di mana Vintadewa mengenal ia selama saya tinggal di bumi Ayah . bahkan saya dan dia sudah resmi menjadi sepasang kekasih”



“maksud kamu , dia itu makhluk bumi ?”



“iya Ayah”



“oow , tak bisa kalau begitu ! dia berbeda dengan kita”



“tapi saya mencintai dia Ayah”



“mau jadi apa kamu jika kamu menikah dengan makhluk bumi ?”



“tapi Ayah--”



“tiada kata ‘tapi’ , 1 minggu lagi kamu akan menikah dengan Putri BagVia ! apapun yang terjadi Ayah tidak mau tau” tegas Prabu Damanik lalu pergi diikuti 2 permaisurinya





***





“Ayah tidak adil !! kenapa Ayah tidak pernah membiarkan aku menentukan hidupku sendiri ? kenapa harus ada perjodohan ini ? aku benci hidup ini !!!” kesal Vintadewa dalam tangisnya di dalam kamarnya



“kak.. sabar ya ! ini sudah jadi keputusan Ayah ! sebagai anak yang bebakti , kakak harus menuruti apa yang Ayah inginkan ! semoga bisa jadi ang terbaik untuk kakak !” nasehat Werkudario



“kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan ! aku tidak kuat seperti ini !”



“kak.. yakin ini jalan terbaik yang Tuhan berikan untuk kakak ! jalani aja dulu kak ! pasti ada hikmahya !” nasehat Ozy



“betul itu..” kata kembar



“makasih ya adik-adikku .. tapi untuk saat ini aku ingin sendiri untuk menenangkan pikiranku” kata vintadewa



“baik kak..” Pandhawa kecuali Vintadewa pun keluar





***





“huhuhu , hiks hiks . Alvin , mungkin kita tidak ditakdirkan untuk bersama ! aku akan dijodohkan dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai . bagaimana dengan cintaku ke kamu ? padahal aku sudah tidak bisa membantah orangtuaku lagi !” tangis Putri Bagvia di dalam kamarnya



“kak.. sudahlah jangan menangis lagi ! semua ini tidak akan selesai kalau hanya dengan tangisan ! lebih baik kakak berpikir positif ke depannya !” kata Putri Fytruk



“kamu tidak tau perasaanku ! aku sangat sedih dengan keputusan Ayah Bunda ! serasa dunia ini tidak berpihak paddaku!”



“tapi kak , tak ada gunanya kalau kakak hanya menangis seperti ini ! hanya akan membuat kakak semakin sedih saja !” sahut Putri Zemar



“biarlah ! aku ingin meluapkan perasaanku dengan tangisan ! aku rasa hanya menangislah yang bisa membuatku puas !”



“apa tidak ada hal lain yang bisa kakak lakukan selain menangis ? mungkin kakak bisa berbicara baikbaik lagi ke Ayah !” kata Putri Chareng



“tidak ! Ayah tentu tidak akan mendengarkan perkataanku !”



“kakak kan belum mencoba” Putri Chareng melawan



“aku tidak ingin menambah sakit hatiku kalau Ayah tetap berkeras kepala melaksanakan perjodohan ini meskipun aku sudah menjelaskan alasan penolakanku !”



“tapi kak--”



“DIAMM”



“aww” Putri Chareng memegangi dada kirinya dan mengeran kesakitan





------







??????“aww” Putri Chareng memegangi dada kirinya dan mengeran kesakitan



“kakak , kau kenapa kak ?” tanya Putri Zemar cemas



“kakak Bagvia , tidak seharusnya kau membentak adik Chareng ! kakak harus ingat bagaimana kondisinya !” bentak Putri Fytruk



“kenapa kau membentakku ? tak ingatkah kau bahwa aku ini lebih tua darimu ?”



“sudah ! jangan lagi kalian bertengkar ! lebih baik kita rawat kakak Chareng dahulu !” lerai Putri Zemar



“rawat saja dia ! emang aku pikirkan” kesal Putri Bagvia



“adik Zemar , ayo kita bawa adik Chareng ke kamarnya” ajak Putri Fytruk



“iya kakak”





***





Zynaka sedang duduk melamun di taman kerajaan , Werkudario datang menghampiri .



“ada apa dengan engkau wahai adikku ?” tanya Werkudario sambil menepuk bahu Zynaka



“eh kakak , tidak apa-apa kakak” jawab Zynaka berbohong



“tak usah kau berbohong padaku ! ceritakan masalah apa yang sedang kau alami !”



“aku .. aku .. aku sedang memikirkan Acha kak”



“Acha ? lalu ?”



“aku merasakan sesuatu sedang terjadi pada Acha kak . hatiku tidak enak , aku takut Acha dalam bahaya”



“mengkhawatirkan kekasih itu wajar”



“tetapi dia bukan kekasihku kak”



“maksudmu ?”



“dia memang bukan kekasihku . aku tidak pernah menjadi kekasihnya karena dia tidak menerima cintaku”



“jadi .. apa yang kakak kira itu salah ?”



“ya . karena dia tidak pernah membalas cintaku”



“mengapa ?”



“entahlah”



“lalu bagaimana cintamu kepadanya ?”



“aku tetap mencintainya meskipun dia tidak membalas cintaku . aku akan menunggu sampai dia juga mencintaiku”



“kau memang hebat adikku”



“aku seperti ini juga karenamu kak”



“hehe , kita sama-sama mempertahankan cinta kita”



“tapi kita berbeda . kau telah menjadi miliknya sedangkan aku tidak”



“suatu saat pasti juga”



“ya”



“tetaplah tegar adikku ! cinta itu butuh pengorbanan”



“ya kak”



“ya sudah , aku masuk dulu . berdoalah agar ia baik-baik di sana”



“...” Zynaka menganggukkan kepala





***





Setelah memeriksa keadaan putri Chareng , keluarga kerajaan Bintang Idola berbincang-bincang di ruang keluarga kecuali Putri Bagvia dan Putri Chareng .





“Ayahanda .. bagaimana keadaan kakak Chareng ?” tanya Putri Zemar



“Chareng tidak apa-apa , hanya ia terlalu banyak beraktivitas , ditambah emosinya yang tidak stabil . Ayah harap kalian bisa menjaga dia agar tidak seperti ini lagi” kata Prabu Nuraga (ayah Punakawan)



“baik Ayah” jawab Putri Fytruk dan Putri Zemar



“kenapa kalian cuma berdua ? ke mana kakakmu si Bagvia ?” tanya Dewi Nubuwati



“tadi kakak Bagvia sedang menangis di kamar , Bunda” jawab Putri Fytruk



“menangis ? mengapa dia menangis ?” tanya Prabu Nuraga



“apa Ayah dan Bunda tidak tau kalau sebenarnya kakak Bagvia tidak setuju atas perjodohannya dengan Pangeran Vintadewa ?”



“apa maksud kamu Fytruk ?” sahut Dewi Nubuwati



“apa yang dikatakan kakak Fytruk itu benar Ayah , Bunda . kakak Bagvia tidak menginginkan perjodohan ini , dia sangat sedih dengan keputusan Ayah dan Bunda” jawab Putri Zemar



“bagaimana mungkin ? dulu saja saat keluarga kita bertemu dengan keluarga kerajaan Idola Star , sikap Bagvia biasa-biasa saja terhadap Pangeran Vintadewa” kata Prabu Nuraga tidak percaya



“mungkin itu dia lakukan untuk menjaga kehormatan kerajaan kita , mana mungkin kakak Bagvia berani melawan Ayah di hadapan mereka sedangkan di kerajaan sendiri saja dia tidak berani mengungkapkan” balas Putri Fytruk



“tapi sekarang semuanya sudah terlambat , keluarga kita dan keluarga mereka sudah menyepakati perjodohan ini ! kalau kita membatalkannya , mau ditaruh di mana kehormatan kita ?” kata Dewi Nubuwati



“benar itu , Ayah dan Bunda sangat menghargai keluarga kerajaan Idola Star . apapun yang terjadi perjodohan ini tetap harus dilaksanakan !” tegas Prabu Nuraga



“baiklah Ayah”



“anak-anakku , sekarang kalian istirahatlah !” perintah Dewi Nubuwati



“ya Bunda”





***





“pagi Ayah , pagi Bunda” sapa Nakuray Sadewa



“pagi anakku” jawab Dewi Zahra



“kenapa kalian hanya berdua ? ke mana kakak-kakak kalian ? kenapa tidak turun untuk ikut sarapan bersama” tanya Dewi Ashilla



“ntahlah Bunda , kami tak tau”



“biar Ayah yang memanggil mereka” kata Prabu Damanik beranjak pergi



“jangan Prabu ! biar saya saja” cegah Dewi Zahra



“ya sudah”





---





“Vintadewa... ayo keluar nak ! kita sarapan bersama Ayah Bunda dan adik-adikmu !” ajak Dewi Zahra di muka kamar Vintadewa



“saya tidak mau keluar Bunda” jawab Vintadewa dari dalam



“kenapa wahai anakku?”



“saya tidak mau keluar kamar sebelum Ayah dan Bunda membatalkan perjodohan saya dengan Putri Bagvia”



“tapi nak , perjodohan ini tidak mungkin dibatalkan!”



“kalau begitu saya tidak mau keluar”



“tapi dari tadi malam kamu belum makan nak”



“biarkan Bunda, lebih baik saya mati daripada harus dijodohkan dengan orang yang tidak saya cintai”



“menurutlah saja nak! ayo tkeluar dulu, nanti kita bicarakan lagi”



“benar Bunda? Asalkan nanti kita rundingkan lagi perjodohan ini?”



“baiklah anakku, ayo keluar”



“ya Bunda, terima kasih” Vintadewa keluar dan memeluk Dewi Zahra



“kamu sarapan dulu saja nak, Bunda mau memanggil Werkudario dan Zynaka dulu” suruh Dewi Zahra



“baik Bunda” Vintadewa pun pergi





---





“Werkudario.. ayo keluar nak” Dewi Zahra mengetuk pintu kamar Werkudario, tetapi tidak ada sahutan



“barangkali ia sudah bangun dari tadi” kata Dewi Zahra lalu pergi ke kamar Zynaka





---”Zynaka, kenapa kamu nak? Kenapa badanmu dingin sekali? Apa kamu sakit nak?” cemas Dewi Zahra



“Bunda” Zynaka terbangun



“kamu sakitt nak?”



“mungkin, seluruh badan saya tidak enak Bunda”



“istirahatlah nak, Bunda ambilkan obat dan makan untukmu dulu”



“baik Bunda”





---





“mana Zynaka? Kenapa dia tidak turun juga?” tanya Prabu Damanik kepada Dewi Zahra



“Zynaka sedang sakit, saya mau mengantarkan makan dan obat untuknya . silahkan Prabu dan yang lain sarapan dulu” jawab Dewi Zahra



“baiklah kalau begitu”



‘Zynaka sakit? Apa karena terlalu memikirkan Acha ya?’ pikir Werkudario





---





“sudah agak mendingan kan nak?” tanya Dewi Zahra setelah menyuapi dan meminumkan obat kepada Zynaka



“sudah Bunda, terimakasih” balas Zynaka



“ya nak . sebenarnya kamu kenapa? Tidak biasanya kamu mudah sakit nak? Apa kamu sedang ada pikiran?”



“ah tidak Bunda, mungkin karena saya terlalu capek setelah pulang dari bumi”



“yakin nak kamu hanya capek? Tidak ada sebab lain?”



“tidak ada Bunda”



“ya sudah, Bunda keluar dulu ya nak”



“ya Bunda”



Setelah Dewi Zahra keluar, Werkudario masuk ke kamar Zynaka .



“hay Zynaka” sapa Werkudario



“eh kakak”



“kenapa engkau sakit adikku?”



“ntahlah kak”



“apa karena kamu terlalu memikirkan pujaan hatimu itu?”



“maksud kakak, Acha?”



“siapa lagi?”



“mungkin karena itu kak”



“jangan terlalu larut memikirkan dia ! lebih baik kamu jalani harimu seperti biasa sebelum kamu mengenal dia !”



“mungkin itu lebih baik”



“emang”



“tapi bukan berarti aku harus melupakannya kan kak?”



“tidak begitu adikku, hanya kamu perlu merelakan yang terjadi saat ini! Mungkin hanya belum saatnya saja!”



“baiklah kak”



“ya sudah, istirahatlah adikku, cepat sembuh J”



“terima kasih kakak”





***





“Bunda, bagaimana dengan yang tadi?” tanya Vintadewa kepada Dewi Zahra ketika keluarga itu berkumpul di ruang keluarga, kecuali Zynaka



“Prabu, ananda Vintadewa ingin supaya kita merundingkan perjodohannya dengan Putri Bagvia lagi” kata Dewi Zahra



“untuk apa dirundingkan lagi? Perjodohan ini sudah disepakati dan tidak bisa diganggu gugat!” tegas Prabu Damanik



“tapi Ayah, apa Ayah tidak memikirkan perasaan saya? Saya sangat terpuruk Ayah!” bantah Vintadewa



“apa jadinya jika kamu menolak perjodohan ini? mau ditaruh di mana martabat kerajaan kita? Kamu tau kan kerajaan Bintang Idola itu kerajaan yang sangat terhormat dan kita sudah sangat beruntung dengan perjodohan ini!”



“beruntung? Dengan Ayah mengorbankan perasaan saya Ayah bisa beruntung?”



“sudahlah nak, turuti saja perintah Ayahmu! toh Putri Bagvia tidak begitu jelek, hanya sedikit gemuk” sahut Dewi Ashilla



“bukan masalah cantik tidaknya Bunda, tetapi ini masalah hati! Saya tidak mencintai Putri Bagvia!”



“justru karena itu, mungkin dengan perjodohan ini kalian bisa saling menjalin cinta itu”



“tidak semudah itu Bunda, cinta itu tanpa paksaan”



“sudahlah ! pokoknya Ayah tidak mau tau apa-apa lagi! Perjodohan itu tinggal 5 hari lagi dan kamu tidak bisa mambantah Ayah lagi !” Prabu Damanik pergi diikuti Dewi Ashilla



“sabarlah anakku! Bunda yakin ada jalan terbaik untukmu nanti!” hibur Dewi Zahra



“iya Bunda, terima kasih Bunda selalu ada untuk saya”



“iya nak”





***





“Ayah, ananda ingin tanya sesuatu ke Ayah” kata Putri Fytruk



“apa anakku?”



“sebenarnya apa yang terjadi dengan adik Chareng? Mengapa sakitnya tak sembuh juga?”



“jadi begini, sebenarnya Chareng itu menderita penyakit aneh yang menyerang jantungnya”



“penyakit aneh bagaimana Ayah?” tanya Putri Zemar



“Ayah dan Bunda tidak tau pasti penyakit aneh yang menyerang jantung Chareng itu ! yang pasti hhanya ada satu obat yang mampu menyembuhkan penyakinya itu” kata Dewi Nubuwati



“apa obat itu Bunda?” tanya Putri Fytruk dan Putri Zemar“apa obat itu Bunda?” tanya Putri Fytruk dan Putri Zemar



“cinta.. ya, cinta yang tulus dari seorang laki-laki kepada Chareng lah yang bisa menyembuhkan penyakitnya”



“Ozy / kak Ozy” seru Putri Fytruk dan Putri Zemar berpandangan



“siapa itu?” tanya Prabu Nuraga



“dia adalah orang yang tulus sayang ke adik Chareng” jawab Putri Fytruk



“ya dia lah yang akan menyembuhkan penyakit kakak Chareng” tambah Putri Zemar



“kalian kenal dengannya?” tanya Dewi Nubuwati



“tentu Bunda, kami mengenalnya sewaktu kami tinggal di bumi” jawab Putri Fytruk



“jadi dia makhluk bumi?” kaget Prabu Nuraga


“iya Ayah”



“bagaimana mungkin ia bisa mencintai Chareng? Sedangkan ia berbeda dengan kita?” heran Dewi Nubuwati



“cinta tidak memandang bulu Bunda, yang kami tau kak Ozy benar-benar tulus mencintai kakak Chareng”



“betul apa yang dikatakan adik Zemar, hanya Ozy lah yang bisa menyembuhkan penyakit adik Chareng dengan ketulusannya”



“bagaimana caranya kita bisa menemuinya?” tanya Prabu Nuraga



“entahlah Ayah, kita tidak mungkin menemuinya di bumi lagi karena ia dan saudara-saudaranya sudah kembali ke orang tuanya, dan kami tidak tau di mana mereka tinggal sekarang” jawab Putri Fytruk kecewa



“kalau begitu bagaimana caranya agar Chareng bisa sembuh? Kalau untuk bertemu dengan orang itu saja tidak bisa” kata dewi Nuraga



“mungkin ada cara lain agar kitta bisa bertemu dengannya” sahut Putri Zemar



“apa cara lain itu?”



“ketidaksengajaan kita bertemu dengan kak Ozy”



“tidak sengaja? Bagaimana mungkin adik Zemar?”



“entahlah..”



“ya sudah kita bicarakan lain kali saja” kata Prabu Nuraga



“baik Ayah”





***





3 hari kemudian..



Kondisi Putri Chareng belum stabil. Bahkan ia belum sadarkan diri. Sedangkan Pangeran Zynaka masih merasakan tidak enak dalam hatinya, meskipun ia sudah sembuh dari sakitnya.

Lebih parah dengan nasib Putri Bagvia dan Pangeran Vintadewa, karena 2 hari lagi perjodohan mereka akan terlaksana. Sungguh kejamnya dunia ini bagi mereka!





@kerajaan Idola Star



“Nakuray, Sadeva, panggilkan Vintadewa agar ikut bergabung membahas acara pernikahan ini!” perintah Prabu Damanik



“baik Ayah” jawab kembar



“kakak Vintadewa, ayo turun kak! Kita akan membicarakan pernikahan kakak bersama yang lain!” ajak kembar dengan kompak sekompak-kompaknya di muka kamar Vintadea



“aku tidak mau turun! Aku tidak menginginkan pernikahan ini terjadi! Aku tidak mau!” tolak Vintadewa saat keluar



“tapi kak, ini perintah Ayah, kalau kakak tidak turun maka kami akan dimarahi” kata Nakuray kesal



“bilang saja ke Ayah kalau aku tidak mau turun!”



“jangan begitu kak! Lebih baik kakak menurut saja dulu supaya tiidak menimbulkan masalah lagi!” nasehat Sadeva



“apa urusan kalian denganku? Sudah pergilah!”



“apa salahnya sih kak kalau kakak nurut kata orang tua? Kenapa kakak selalu membantah?” Nakuray sudah benar-benar kesal



“diam kamu! Kamu tidak mengerti apa yang kurasakan! Sekarang pergilah dan bilang ke Ayah kalau aku tidak mau turun!” kata Vintadewa sambil membanting pintu



“huhh..”





---





@kerajaan Bintang Idola



“Ayah, Bunda.. bagaimana keadaan adik Chareng? mengapa ia belum sadar juga? 2 hari adalah hari pernikahan kakak Bagvia bukan?” tanya Putri Fytruk



“Ayah dan Bunda tidak tau nak, mungkin penyakit Chareng benar-benar tidak ada obatnya” pasrah Prabu Nuraga



“jangan berputus asa dulu Ayah! Saya yakin penyakit kakak Chareng dapat disembuhkan” kata Putri Zemar optimis



“ya nak, kami akan bersabar dan berusaha menyembuhkan Chareng!” sahut Dewi Nubuwati



“lalu bagaimana dengan kakak Bagvia?” tanya Putri Fytruk



“ia masih belum mau keluar kamar, Bunda tidak tau bagaimana makudnya. Ia sangat keras kepala”



“lalu bagaimana pernikahannya?”



“tetap dilaksanakan, tolong kalian berdua bujuk Bagvia agar dia bersedia melaksanakan pernikahan ini” pinta Dewi Nubuwati



“baik Bunda”





---





@kerajaan Idola Star



“Vintadewa, ayo ikut Ayah ke bawah!!” suruh Prabu Damanik sambil menarik paksa lengan Vintadewa dan mendudukkannya di sofa dengan kasar



“apa yang Ayah ingin katakan? Katakan saja, saya akan menurut semua perinttah Ayah! Toh tidak ada gunanya saya melawan!” kesal Vintadewa



“pernikahanmu dengan Putri Bagvia akan dilaksanakan 2 hari lagi! Jadi Ayah minta kamu persiapkan mentalmu! Jangan buat Ayah malu di hadapan keluarga kerajaan Bintang Idola!”



“hanya segitu?”



“permintaan Ayah memang hanya segitu, tolong kamu lakukan dengan sebaik-baiknya! Jangan buat Ayah kecewa!”



“gampang!” jawab Vintadewa melecehkan



“Vintadewa!! Kalau berbicara di depan Ayahmu itu lebih sopanlah sedikit! Jangan seperti itu!” bentak Dewi Ashilla



“sudah kan yang dibicarakan? Saya mau istirahat!” Vintadewa pun berlalu ke kamarnya dan yang lainnya pun bubar





***





2 hari kemudian..



Hari yang ditunggu pun tiba, Prabu damanik dan kedua Dewi-nya kelihatan bahagia sekali.Tak berbeda dengan Prabu Nuraga dan Dewi Nubuwati.



Namun sungguh malang nasib Pangeran Vintadewa dan Putri Bagvia. Mereka harus menuruti perintah orangtua mereka. Sayang sekali mereka tidak tau kebenaran yang terjadi di antara mereka berdua.





@kerajaan Bintang Idola



“adik Fytruk, untuk apa kau mendandaniku seperti ini? aku saja tidak menginginkan ini!” kesal Putri Bagvia



“sudahlah kak, ikhlaskan saja semua ini! ini sudah menjadi jalan takdir kakak!” balas Putri Fytruk



“seperti apa ya Pangeran Vintadewa itu?” tanya Putri bagvia sambil melihat ke awang-awang alias sedang membayangkan sesuatu



“yang jelas dia tampan kak, gagah pula..” sahuit Putri Zemar



“dan dia tidak akan mengecewakan kakak Bagvia” tambah Putri Fytruk



“anak-anak, keluarga kerajaan Idola Star sudah tiba, ayo siapkan Putri Bagvia, 5 menit lagi kalian turun!” kata seorang dayang dari luar kamar



“nah kak, sudah siap kan?” tanya Putri Fytruk memastikan



“coba kalian lihat ke luar dulu deh.. seperti apa Pangeran Vintadewa itu” suruh putri Bagvia



“baik kak”





Putri Fytruk dan Putri Zemar keluar kamar. Belom sampai mereka berdua di depan, sudah dikagetkan dengan kehadiran seseorang dari kerajaan Idola Star.



“kakak Fytruk.. laki-laki itu kan.......”“kakak Fytruk.. laki-laki itu kan.......”



“iya adikku, laki-laki itu bukannya kak Alvin ya?”



“iya kakak, dia memang kak Alvin. Kenapa dia bisa sampai di sini?”



“entahlah.. kita harus kattakan ini ke kakak Bagvia!” mereka berdua berlari masuk ke kamar



“bagaimana adikku? Seperti apakah Pangeran Vintadewa itu?” tanya Putri Bagvia



“kakak Bagvia.. ayo kita turun sekarang!” ajak Putri Fytruk



“kenapa harus sekarang?”



“kakak pasti tidak akan percaya dengan apa yang kakak lihat”



“memangnya ada apa?”



“ayo kak!!” Putri Bagvia pun berjalan keluar didampingi kedua adiknya itu





---





“aku tidak bisa melakukan ini..” bisik Vintadewa ke Werkudario



“kuatkan hatimu kak, yakinlah bahwa engkau sanggup!!”



“baik adikku”





---





“kakak sudah siap bukan?” tanya Putri Fytruk



“ya adikku”





---





Setelah Putri Bagvia berada di hadapan Pangeran Vintadewa, bettapa terkejutya ia melihat seorang laki-laki yang ada di hadapannya ini.



“ALVIN???  /  SIVIA???” kata Alvia seru dan kompak membuat orang-orang sekelilingnya bingung



“Alviiiiinn...” histeris Putri Bagvia lalu memeluk Vintadewa



“Sivia, aku rindu sama kamu..” kata Vintadewa



“aku juga Vin.. jadi kamulah orang yang akan menikah denganku?”



“ya, dan aku bukanlah Alvin, melainkan Pangeran Vintadewa J”



“baik Pangeran, akulah Putri Bagvia calon istrimu”



“tunggu!!! Ada apa ini? Vintadewa, jelaskan kepada Ayah apa yang terjadi?” tengah Prabu Damanik



“Ayah, Putri Bagvia inilah orang yang saya maksud.. dialah wanita pilihan saya yang saya cintai, dan saya mengenalnya di bumi”



“jadi kalian sudah saling kenal? Dan kalian kenal di bumi?” tanya Prabu Nuraga



“betul Ayah” jawab Putri Bagvia



“bagus kalau begitu, perjodohan ini tidak ada halangan lagi bukan?” tanya Prabu Damanik



“tunggu Ayah! Ke mana sudara-saudaraku?” tanya Vintadewa



“kami di sini kakak” jawab Werkudario, Zynaka, Nakuray dan Sadeva sambil memunculakn diri



“RIOOOOO  /   KEMBARRRR” seru Putri Fytruk dan Putri Zemar lalu menghampiri orang yang dipanggilnya



“Ify? Akhirnya kita bisa berjumpa lagi! Aku rindu denganmu kekasihku..” kata Werkudario sambil memeluk Putri Fytruk



“panggil aku Fytruk, itulah namaku.. aku juga rindu denganmu”



“akulah Werkuario, kekasihmu Fytruk”



“hay kembar..” sapa Putri Zemar



“hey Zeva” balas kembar



“woeee, aku Zemar bukan Zeva”



“Nakuray / Sadewa” kata kembar mengulurkan tangan



“hahahaha, kalian konyol, aku kangen sama kalian berdua..” Putri Zemar memeluk kembar



“kami juga” kembar mambalas pelukan



‘ke mana Acha? Mengapa aku tidak melihatnya?’ pikir Zynaka



“sudahlah.. sekarang kita mulai pernikahannya, kangen-kangennannya nanti saja” kata Prabu Damanik





---





Acara pernikahan pun telah usai. Sore harinya Vintadewa dan istrinya, Putri Bagvia beserta Werkudario, Zynaka, Nakuray, Sadewa, Fytruk dan Zemar berkumpul di taman kerajaan Bintang Idola.





“aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini lagi” kata Vintadewa memulai pembicaraan



“iya ya, benar kan apa yang aku katakan dulu? kita pasti akan bertemu lagi” kata Werkudario bangga



“aku seneng bangettt.. bisa bertemu denganmu lagi, apalagi ternyata kamulah orang yang dijodohkan denganku” kata Bagvia memeluk Vintadewa



“halah... kemaren aja gak setuju dengan perjodohan ini, ampe ngurung diri di kamar berhari-hari” goda Zemar



“kan itu sebelum aku tau kalau ternyata yang dijodohkan denganku adalah orang yang amat kucintai”



“haha, kemaren kakak Vintadewa juga begitu, menolak perjodohan ini, padahal kan ia akan menikah dengan kekasihnya” sahut Werkudario



“sudahlah adikku.. yang kemarin lupakan saja, yang penting sekarang aku bahagia dengan istriku tercinta” kata Vintadewa sembari memeluk Bagvia



“iya kak, akupun juga senang bisa berjumpa dengan Fytruk kekasihku yang amat sangat kucintai” kata Werkudario tersenyum ke Fytruk



“iya, aku juga bahagia sekali” balas Fytruk



“eh kunyuk kembar, kenapa kalian diam saja?” tanya Zemar



“kami tidak menyangka..” jawab kembar



“tidak menyangka? Maksud kalian?”



“iya, kami tidak menyangka bisa berjumpa lagi dengan kamu Zemar” jawab Nakuray



“iya Zemar.. kami pikir persahabatan kita hanya selama di bumi kemarin saja, ternyata kita masih bisa bersahabat di sini” tambah Sadewa



“iya dong sob.. kita untuk selamanya” kata Zemar tersenyum



‘mereka bisa bahagia, sedangkan aku? Ke mana Acha? Mengapa aku tidak bertemu dengannya? Aku rindu dia..’ batin Zynaka sedih



“Zynaka adikku..” panggil Werkudario



“ya kak?”


“engkau kenapa?”



“aku tidak apa-apa”



“kenapa raut wajahmu seperti itu?” tanya Vintadewa



“aku tidak apa-apa, sungguh”



‘kak Zynaka pasti memikirkan kakak Chareng’ pikir Zemar



“kak Zynaka kangen ama pacarnya tuh” celetuk kembar



“pacar? Adik Chareng kah?” tanya Fytruk



“Chareng??” heran Zynaka



“Chareng itu Acha”



“ohh.. tapi dia bukan kekasihku” kata Zynaka sedih



“bukan kekasihmu? Maksudnya?” heran Bagvia



“ya, dia bukan kekasihku, karena dia tidak membalas cintaku”



“bagaimana bisa? Setau kami (Bagvia,Fytruk,Zemar) kakak Chareng juga mencintai kak Zynaka” kata Zemar



“benarkah? Tetapi waktu terakhir kita bertemu aku nyatakan cintaku dan dia bilang dia tidak mencintaiku”



‘apa adik Chareng menyembunyikan masalah penyakitnya?’ pikir Fytruk



“Zynaka... sebenarnya adik Chareng mencintaimu, tetapi...” kata Fytruk terputus



“tetapi apa kak?” tanya Zynaka cepat“Zynaka... sebenarnya adik Chareng mencintaimu, tetapi...” kata Fytruk terputus



“tetapi apa kak?” tanya Zynaka cepat



“tetapi kondisinya yang mengakibatkan ia tidak bisa mengatakan bahwa ia sangat mencintaimu”



“ada apa dengan kondisi Chareng? dia baik-baik saja bukan?” tanya Zynaka khawatir



“sebenarnya kakak Chareng sedang sakit parah, dan sampai saat ini belum bisa disembuhkan” jawab Zemar



“sakit?? Sakit apa?” tanya Zynaka semakin khawatir



“kami tidak tau penyakit apa yang sedang menyerang adik Chareng, tetapi kata Ibunda, adik Chareng akan sembuh hanya dengan cinta yang tulus dari seorang laki-laki, dan kami anggap hanya kamulah yang dapat menyembuhkan penyakit adik Chareng” jawab Bagvia menyambar



“apa kalian yakin?” Zynaka meragu



“ya, tolong bantu kami agar adik Chareng dapat sembuh!” mohon Fytruk



“tentu aku akan membantu, apalagi ini demi kesembuhan orang yang amat kucintai” kata Zynaka mantap



“kalau begitu kita langsung masuk liat kondisi Chareng saja!” usul Werkudario



“mari!!” ajak Bagvia, dan mereka semua menuju kamar Chareng





***





@kamar Chareng



Putri Chareng terbaring lemah di atas ranjang selama berhari-hari. Dan saat ini sudah ada seorang Pangeran yang kelak dapat menyembuhkan penyakit sang Putri dengan ketulusan cintanya, ialah Pangeran Zynaka. Zynaka berjalan mendekati Chareng yang belum sadarkan diri.



“hay Chareng.. apa kabarmu? Ayo bangunlah! Di sini ada aku, Cha.. aku sedih melihatmu seperti ini. aku ingin melihat senyum indahmu. Aku ingin melihat wajahmu yang cerah. aku ingin melihat orang yang kucintai. Aku ingin kamu tau bahwa aku masih sayang ke kamu. Aku masih setia menyayangimu. Bangunlah Cha!” kata Zynaka sambil menggenggam jemari tangan Chareng sambil menangis



Fytruk pun ikut menangis dalam pelukan Werkudario karena terharu. Zynaka merasakan betapa dinginnya tubuh Chareng. Namun ia merasakan ada sesuatu yang membasahi jemarinya. Ya, itu adalah air mata Chareng. Ternyata di ketidaksadarannya, Chareng juga merasakan bahwa orang yang dicintainya ada di dekatnya.



“Chareng.. kamu menangis? Berarti kamu tau bahwa aku ada di sini. Ayo bangunlah! Lihat aku di sini! Buka mata indahmu!” Zynaka semakin memohon



“O-zy” perlahan kata itu keluar dari bibir Chareng yang membuat orang di sekitarnya terkejut apalagi Zynaka



“Chareng.. kamu sudah sadar? Syukurlah.. Cha, ini aku Zynaka atau Ozy yang kamu kenal di bumi. Terima kasih Tuhan, akhirnya Chareng sadar juga”



“Zynaka?” tanya Chareng heran



“iya Cha”



“aku rindu padamu Zy” Chareng memeluk erat tubuh Zynaka



“aku juga Cha, aku sedih melihatmu terbaring lemah dan tak sadarkan diri”



“terima kasih, karenamu aku bisa sadar, aku sayang kamu”



“benarkah Cha?”



“ya”



“terima kasih Chareng, aku juga sayang padamu”



“terima kasih nak Zynaka, atas ketulusan cintamu akhirnya Chareng dapat sadarkan diri” kata Prabu Nuraga



“sama-sama Prabu”





---





Keesokan harinya Pandhawa RODAR dan Punakawan AZIS sedang berkumpul di taman kerajaan Idola Star.



“jadi kamu itu adik dari kak Vintadewa, orang yang dijodohkan dengan kakak Bagvia?” tanya Chareng yang belum tau ceritanya



“iya Cha, dari situlah aku bisa bertemu denganmu” jawab Zynaka



“ooh, begitu yah”



“hahay, adik Chareng paling ketinggalan berita yah!” ledek Werkudario



“heheh, aku kan baru sadar kakak Werkudario, iya kan?”



“hahah, iya benar”



“Cha, benarkah yang kamu katakan kemarin?”



“apa?”



“benar kalau kamu menyayangiku?”



“iya Zy”



“apa kamu mau menjadi kekasihku?”



“emm, ya aku mau”



“terima kasih Putri Chareng”



“sama-sama Pangeran Zynaka”



“ciieeee, selamat ya kakak Zynaka dan sang Putri Chareng” kata kembar



“haheh, iya terima kasih adikku”



“semoga cinta kalian abadi” ucap Fytruk



“amin..”



“cepet nyusul kakak yah” kata Bagvia menggoda



“hahaha, sebelum aku menyusul kakak, silahkan kakak Fytruk dan kakak Werkudario saja dulu” goda Chareng



“heheh, kami memang maunya begitu, tapi kami mau tunangan saja dulu, bagaimana Fytruk?” tanya Werkudario



“boleh..” jawab Fytruk



“wahh.. bagus itu kak, semoga lancar deh” kata Zynaka



“hahahay, selamat deh buat kakak-kakakku yang sudah berpasangan” ucap Zemar tersenyum



“kapan kamu nyusul? Sudah ada dua pilihan tuh!” ledek Vintadewa sambil emlirik ke arah kembar



“hahah, kita kan cuma sahabat, ya kan kembar?”



“ya betul itu” jawab Sadeva



“yang penting kita slalu bersama” kata Nakuray



“kita untuk selamanya” seru Zemar dan kembar kompak



“hahahah, sekarang semuanya berakhir dengan kebahagiaan” kata Zynaka disertai senyuman dari lainnya





***





Akhirnya kisah mereka berakhir dengan kebahagiaan.

Pangeran Vintadewa dan Putri Bagvia bahagia dengan pernikahan mereka.

Pangeran Werkudario dan Putri Fytruk akhirnya pun bertunangan.

Sedangkan pangeran Zynaka dan Putri Chareng sudah resmi berpacaran.

Dan untuk Pangeran kembar alias Nakuray-Sadewa dengan Putri Zemar akan bersahabat selamanya.





_THE END_





***
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment